BSI Catatkan Kinerja Solid, Jumlah Nasabah Capai Rekor Tertinggi

BSI Catatkan Kinerja Solid, Jumlah Nasabah Capai Rekor Tertinggi

Annisa Sekar Melati - detikFinance
Jumat, 21 Agu 2026 21:36 WIB
Tuntaskan Transformasi Teknologi, Nasabah BSI Capai Rekor Baru
Foto: BSI
Jakarta -

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (Persero) atau BSI menutup Semester I tahun 2026 dengan torehan kinerja solid. Pencapaian ini didorong oleh keberhasilan perseroan dalam memperkuat fondasi teknologi serta kapabilitas digitalnya.

Investasi strategis ini sukses membawa jumlah nasabah BSI melonjak ke level tertinggi sepanjang sejarah atau all-time high. Hingga Juni 2026, perseroan tercatat telah melayani sebanyak 24,3 juta nasabah. Tren pertumbuhan positif ini mulai terlihat konsisten sejak bulan Januari 2026 lalu.

Memasuki Mei 2026, pascaselesainya transformasi teknologi, jumlah penambahan nasabah meroket hingga di atas 200 ribu per bulan. Lonjakan ini menjadi indikator kuat kian tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan syariah. Potensi pengembangan bisnis juga membesar berkat perizinan ganda atau dual licence sebagai bank syariah sekaligus bank emas (bulion).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menegaskan besarnya nilai investasi perseroan dalam beberapa tahun terakhir. Pihaknya bertekad membangun pengalaman transaksi perbankan secara lebih cepat, aman, dan andal bagi jutaan pengguna.

ADVERTISEMENT

"Teknologi bukan lagi sekadar fungsi pendukung operasional. Bagi BSI, teknologi telah menjadi mesin pertumbuhan bisnis. Semakin baik pengalaman nasabah, semakin tinggi tingkat kepercayaan, semakin besar akuisisi nasabah, dan semakin luas peluang untuk mengembangkan seluruh ekosistem layanan keuangan syariah," ujar Anggoro dalam keterangan tertulisnya, Jumat (21/8/2026).

Fondasi teknologi BSI kini berpusat pada aplikasi super BYOND by BSI yang menembus satu miliar kali login selama 2026. Lewat aplikasi ini, nasabah dapat menikmati ragam layanan terintegrasi mulai dari transaksi harian, pengelolaan emas, hingga urusan haji. BSI juga memperluas inovasi melalui Hasanah KKI Card Digital sebagai fasilitas pembiayaan virtual tanpa wujud fisik.

Nasabah dapat mengakses limit pembiayaan hingga Rp100 juta secara real time lewat inovasi digital tersebut. Ekosistem BYOND by BSI turut dilengkapi berbagai fitur unggulan menarik, seperti Nabung Rutin Haji hingga Gadai dari Cicil Emas. Beragam inovasi mutakhir ini sukses mengukuhkan posisi BSI sebagai pemimpin bank syariah nasional.

Penguatan teknologi dan ekosistem digital tersebut berjalan selaras dengan melesatnya kinerja keuangan perseroan. Hingga Juni 2026, BSI berhasil membukukan laba bersih senilai Rp4,16 triliun atau meroket 11 persen secara tahunan (YOY). Dana Pihak Ketiga (DPK) juga melonjak drastis menyentuh angka Rp393 triliun.

Peningkatan DPK ditopang kuat oleh porsi himpunan dana murah alias CASA yang menembus Rp238 triliun. Komposisi pendanaan yang semakinefisien ini sukses menekan beban dana atau Cost of Fund (CoF) ke level 2,19 persen. Di sisi lain, pendapatan berbasis komisi atau Fee Based Income ikut terkerek naik secara signifikan hingga Rp4,1 triliun.

Kinerja penyaluran pembiayaan BSI juga terpantau tumbuh amat merata di seluruh segmen yang ada. Segmen pembiayaan korporasi atau wholesale mencapai Rp95 triliun, segmen ritel sebesar Rp55,83 triliun, dan konsumer meroket ke angka Rp189,25 triliun. Kualitas aset pembiayaan ini terjaga sangat baik, tercermin dari rasio NPF Gross 1,80 persen dan NPF Net 0,33 persen.

Atas rentetan kinerja finansial yang impresif ini, total keseluruhan aset perseroan sukses menyentuh Rp464,5 triliun. Anggoro menilai rekor peningkatan jumlah nasabah dan aset ini barulah sebuah langkah awal. Inovasi teknologi akan terus difokuskan sebagai motor penggerak utama menuju peluang bisnis perbankan yang jauh lebih besar ke depannya.

"Dengan fondasi teknologi yang semakin kuat, kapasitas sistem yang semakin andal, dan basis nasabah yang terus bertambah, kami memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan pendalaman hubungan dengan nasabah melalui berbagai solusi keuangan syariah. Ke depan, fokus kami bukan hanya menambah jumlah nasabah, tetapi meningkatkan nilai yang dapat kami berikan kepada setiap nasabah melalui layanan digital yang semakin relevan, mudah, dan terintegrasi," pungkas Anggoro.

(anl/ega)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads