Rencana Besar Aida S Budiman Jika Jadi Deputi Senior BI

Rencana Besar Aida S Budiman Jika Jadi Deputi Senior BI

Andi Hidayat - detikFinance
Rabu, 26 Agu 2026 16:48 WIB
Aida Suwandi Budiman menjalani fit and proper test calon deputi senior Bank Indonesia (BI) di Komisi XI DPR, Jakarta, Rabu (26/8/2026). Aida saat ini menempati salah satu kursi Deputi Gubernur BI.
Foto: Andhika Prasetia/detikFoto
Jakarta -

Aida S Budiman mengusung visi menjadikan Bank Indonesia (BI) menjadi bank sentral terbaik di negara-negara berkembang atau emerging economies. Hal tersebut ia tegaskan dalam uji kelayakan Calon Deputi Gubernur Senior BI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Aida menjelaskan, bank sentral harus memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan dan inklusif. Karenanya, arah kebijakan sebagai BI jika ia terpilih akan diarahkan sebanding dengan bank sentral di negara lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menjadi bank sentral terbaik di Emerging Economies karena kebijakan yang dilakukan oleh Bank Indonesia harus bisa tetap comparable dibandingkan dengan teori maupun best practices bank-bank sentral lainnya, sehingga kebijakannya credible. Tetapi, harus tetap relevan dengan kebutuhan perekonomian nasional dan kebutuhan NKRI, sehingga harus berkontribusi positif," terang Aida dalam fit and proper test Calon Gubernur BI bersama Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/8/2026).

ADVERTISEMENT

Untuk mencapai visi tersebut, Aida menekankan BI harus lebih adaptif, inovatif, dan akseleratif. Adaptif dalam hal ini mencakup transformasi yang dilakukan BI, salah satunya dengan memperkuat koordinasi dengan lembaga fiskal hingga Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Kemudian inovatif sebagaimana yang dilakukan oleh mantan Gubernur BI Perry Warjiyo yang meluncurkan sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Selanjutnya akseleratif, lanjut Aida, mempercepat pencapaian target BI ke depan.

"Akselerasi, pada saat kita mempunyai target dan milestone-nya sudah jelas, maka itu harus diakselerasi pecepatannya termasuk strategi pelaksanaannya," jelasnya.

Aida juga memetakan beberapa program kerja jika terpilih sebagai Deputi Gubernur Senior BI, yakni kalibrasi bauran kebijakan, reformasi data seusai arsitektur data global, kebijakan memperluas sumber pembiayaan, kebijakan PUVA diversifikasi mata uang, kebijakan sistem pembayaran yang inovatif, pengembangan UMKM menuju ekosistem terintegrasi, dan bauran kebijakan kelembagaan.

Aida menegaskan, lembaga moneter dan fiskal merupakan motor utama dalam menggerakkan perekonomian. Karenanya, RAPBN perlu disinergikan dengan otoritas moneter agar BI bisa memahami dan melakukan respons kebijakan yang tepat sesuai dengan asumsi dalam RAPBN.

"Kadangkala, antara otoritas moneter dan fiskal mempunyai kebijakan yang berbeda. Tapi, yang penting adalah tujuannya sama yaitu menuju stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi, atau bahkan mendorong pertumbuhan ekonomi. Suatu saat, fiskalnya harus konsolidasi, moneternya bisa melakukan ekspansi," pungkasnya.

Simak juga Video 'BI Minta Pasar Tetap Tenang Usai Perry Warjiyo Mundur':

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads