Demikian disampaikan Deputi Gubernur BI Hartadi A Sarwono usai Salat Jumat di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (7/12/2007).
"Kalau pemerintah belum mau mengeluarkan SUN yang 6 dan 9 bulan, mungkin BI bisa masuk duluan. Sebetulnya yang ideal pemerintah yang mengeluarkan, tapi kalau pemerintah belum mau BI yang keluarkan bisa saja," kata Hartadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau ada extra shock, tidak akan pindah menjadi outflow tapi pindah ke produk yang satu bulan, 6 bulan atau ke SUN," katanya.
Jadi menurut Hartadi, semakin banyak produk akan makin baik untuk mencegah terjadinya fluktuasi.
Hartadi mengatakan pemerintah bisa saja mengeluarkan SUN dengan tenor yang sama setelah BI mengeluarkan SBI jangak pendek.
Namun hal tersebut sebaiknya jangan dilakukan bersamaan karena pasar akan jadi padat (crowding out).
"Kalau sama-sama masuk pasar kita akan kompetisi bunga, jadi sebaiknya satu per satu. Untuk antisipisi kita akan tunggu dari pemerintah apakah pemerintah akan menerbitkan SUN jangka pendek," ujarnya.
Menurut Hartadi, jika BI menerbitkan utang jangka pendek maka BI tidak akan mengeluarkan banyak instrumen.
"Kita tidak akan keluarkan yang 3,6, 9 dan 12 bulan, tapi mungkin hanya 6 bulan dan 9 bulan saja," jelas Hartadi. (ir/qom)











































