Destry Mau BI Makin Aktif Atasi Harga Cabai-Bawang di Daerah

Destry Mau BI Makin Aktif Atasi Harga Cabai-Bawang di Daerah

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Selasa, 01 Sep 2026 13:22 WIB
Komisi XI DPR RI menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap Destry Damayanti sebagai calon Gubernur BI di Ruang Rapat Komisi XI DPR, Jakarta, Rabu (26/8/2026). Uji kepatutan yang dimulai pada pukul 11.00 WIB tersebut dipimpi
Destry Damayanti / Foto: Andhika Prasetia/DetikFoto
Jakarta -

Salah satu tugas utama Bank Indonesia (BI) adalah menjaga stabilitas nilai rupiah. Stabilitas nilai Rupiah ini mengandung dua aspek, yaitu kestabilan nilai mata uang terhadap barang dan jasa, serta kestabilan terhadap mata uang negara lain.

Dalam hal ini tolok ukur keberhasilan BI dalam menjaga stabilitas rupiah pada aspek pertama akan tercermin pada perkembangan laju inflasi, sementara aspek kedua tercermin pada perkembangan nilai tukar rupiah terhadap mata uang negara lain.

Kebijakan moneter Bank Indonesia ditujukan untuk mengelola tekanan harga yang berasal dari sisi permintaan agregat (demand management) relatif terhadap kondisi sisi penawaran. Dalam konteks ini biasanya BI akan melakukan penyesuaian suku bunga acuan (BI-Rate).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski begitu, Gubernur Bank Indonesia (BI) yang secara resmi baru ditetapkan dalam sidang Paripurna DPR RI, Destry Damayanti, mengatakan akan melakukan berbagai langkah 'tambahan' untuk menjaga inflasi tetap terkendali.

Ia menjelaskan masalah inflasi kerap kali didorong dari sisi pasokan (supply-side) produk dan jasa yang beredar di tengah masyarakat. Semisal terkait ketersediaan produk pangan yang langka kerap kali menyebabkan kenaikan harga yang cukup tinggi atau tidak stabil (volatile food inflation)

ADVERTISEMENT

Masalahnya, hal ini tidak bisa diselesaikan oleh BI yang bergerak di sektor moneter sendiri. Untuk itu dibutuhkan kerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait melalui penguatan sinergi. Sejalan dengan tema kepemimpinan Destry yakni 'Sinergi Merah Putih'.

"Kaitannya dengan misalnya kita ada mengarah sekarang ini kayak volatile food inflation. Inflasi kan salah satu juga target di kami untuk menjaga, dijaga stabilitasnya," kata Destry usai rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026).

"Tapi kita tahu ada sumber inflasi yang sifatnya lebih supply-side. Nah tentunya kalau supply-side ini kan Bank Indonesia nggak bisa sendiri, jadi Bank Indonesia mengajak tentu lembaga terkait termasuk pemerintah pusat dan pemerintah daerah," paparnya lagi.

Dalam konteks ini, menurutnya BI akan memaksimalkan jaringan kantor daerah untuk langsung turun tangan menangani kendala pasokan pangan di lapangan.

"Contohnya supply untuk pangan misalnya, nah kan Bank Indonesia nggak mungkin sendiri melakukan itu, maka dengan pemerintah daerah, kemudian juga dengan kementerian-kementerian, Kementerian Pertanian ataupun kementerian terkait lainnya, itu kita bekerja sama bagaimana ke daerah-daerah," ujar Destry.

"Kami punya 46 kantor cabang, kantor Bank Indonesia daerah, bekerja sama dengan Pemda dan juga lembaga lain terkait untuk bisa mengatasi kelangkaan, misalnya ada masalah cabai, ada masalah bawang merah. Itu bentuk konkret kalau kita bicara sektor riil terkait dengan pangan," bebernya lagi.

Bersamaan dengan itu, menurutnya BI juga akan terus mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan hingga penanaman investasi (Local Currency Transaction/LCT). Dalam hal ini Destry menyebut BI telah membentuk working group khusus bersama sejumlah kementerian teknis untuk memperkuat program ini.

"Kemudian juga kerja samanya terkait misalnya kita mendorong Local Currency Transaction ya untuk usaha kita. Nah ini kita punya semacam working group di mana di situ kementeriannya ada dari Perdagangan ada, dari BKPM ada, dari Industri di mana kayak ada pertemuan yang rutin karena itu terkait dengan investasi dan juga perdagangan," tutur Destry.

Lihat juga Video: Tok! DPR Tetapkan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI 2026-2031

(igo/fdl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads