Jurus Bank Perkuat Likuiditas & Bikin Pertumbuhan Bisnis Tetap Sehat

Jurus Bank Perkuat Likuiditas & Bikin Pertumbuhan Bisnis Tetap Sehat

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 08 Sep 2026 15:39 WIB
Gedung BTN
Foto: Dok. BTN
Jakarta -

Perbankan saat ini terus berinovasi menjaga posisi bisnis yang kuat. Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Nixon LP Napitupulu mengungkapkan bank juga memperkuat likuiditas dan fleksibiltas keuangan.

"Serta memastikan pertumbuhan bisnis BTN tetap sehat dan berkelanjutan," kata Nixon dalam keterangan tertulis, Selasa (8/9/2026).

BTN berhasil mempertahankan peringkat tertinggi idAAA dengan outlook stable dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO). Peringkat yang telah diraih sejak 2023 tersebut, berlaku untuk periode 4 September 2026 hingga 1 September 2027.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Peringkat ini memacu kami untuk terus berinovasi menjaga posisi bisnis yang kuat, memperkuat likuiditas dan fleksibilitas keuangan, serta memastikan pertumbuhan bisnis BTN tetap sehat dan berkelanjutan," ujar Nixon.

Adapun, Pefindo menilai kekuatan kredit BTN ditopang oleh bisnis, likuiditas, dan fleksibilitas keuangan yang sangat kuat. Pefindo juga memberikan predikat positif kepada BTN secara korporasi karena didukung sangat kuatnya dukungan pemerintah, sejalan dengan peran BTN dalam mendukung program-program pemerintah di sektor perumahan termasuk Tiga Juta Rumah milik Presiden Prabowo Subianto.

ADVERTISEMENT

Selain peringkat korporasi, Pefindo juga mempertahankan peringkat idAAA untuk Obligasi Sosial Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2025 senilai Rp300 miliar, serta peringkat idAA untuk Obligasi Subordinasi I Tahap I Tahun 2025 senilai Rp2 triliun.

Sementara itu, meski bertransformasi menuju beyond mortgage, BTN tetap menjalankan noble purpose dalam mendukung program perumahan pemerintah. Termasuk, melalui penyediaan KPR bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah hingga menengah. Per 30 Juni 2026, 60% saham BTN dimiliki Pemerintah Indonesia melalui BPI Danantara dan BP BUMN, sementara 40% dimiliki publik.

Tonton juga video "John Ternus Bakal Bikin Apple Makin Ngegas di Bisnis Hiburan?"

(kil/kil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads