Zaman Now Aplikasi Bank Bisa Bantu Cari Rumah

Zaman Now Aplikasi Bank Bisa Bantu Cari Rumah

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 10 Sep 2026 17:34 WIB
Home tax deduction
Foto: Getty Images/iStockphoto/bymuratdeniz
Jakarta -

Di era digital memiliki rumah idaman bisa melalui aplikasi perbankan. Untuk generasi Z dan milenial yang kini mulai memasuki fase mencari rumah memiliki cara yang lebih mudah yaitu melalui superapps yang dimiliki oleh bank.

SEVP Digital Business PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Thomas Wahyudi mengatakan, kolaborasi BTN dan Rumah123 menjadi salah satu terobosan untuk memberikan pilihan yang lebih luas kepada masyarakat. Konsumen tidak hanya dapat mencari rumah. Tetapi juga mengukur kemampuan finansial sebelum mengambil keputusan pembiayaan.

"Di sini konsumen, Gen Z, milenial bisa punya opsi yang sangat leluasa. Dari mencari rumah idaman sampai melihat kemampuan finansialnya," kata Thomas dalam siaran pers ditulis Kamis (10/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, BTN dan Rumah123 membangun ekosistem yang memungkinkan calon pembeli mengetahui kemampuan mencicil sekaligus kelayakan memperoleh KPR. Dengan begitu, keputusan membeli rumah tidak hanya didasarkan pada keinginan memiliki hunian, tetapi juga kesiapan finansial.

Thomas menuturkan, calon pembeli perlu memperhitungkan sejumlah komponen sebelum mengambil KPR. Mulai dari lokasi, biaya hidup, transportasi, hingga cicilan rumah. Secara umum, kemampuan cicilan dapat berada di kisaran 30 persen dari penghasilan. Meski besaran tersebut tetap menyesuaikan kondisi keuangan masing-masing calon debitur.

ADVERTISEMENT

Kemudahan akses pembiayaan juga didorong melalui digitalisasi layanan. Thomas mengatakan, BTN tidak hanya mengandalkan jaringan kantor cabang dan service center, melainkan juga menyediakan layanan secara digital. Pendekatan tersebut menggabungkan konsep online-to-offline dan offline-to-online.

"Masyarakat dapat melakukan simulasi pembiayaan secara digital maupun berkonsultasi secara langsung dengan petugas BTN. Kalau Gen Z biasanya digital savvy, mereka bisa menggunakan layanan online. Tapi kalau ingin bertemu langsung, kami juga punya cabang dan service center," jelas Thomas.

Penguatan kanal digital tersebut salah satunya diwujudkan melalui balé by BTN. Super app tersebut memiliki fitur Bale Properti yang dikembangkan sebagai ekosistem layanan properti terintegrasi. Melalui fitur tersebut, calon nasabah dapat mencari hunian, melakukan simulasi pembiayaan, mengajukan KPR, hingga memantau proses pengajuan sampai persetujuan. Termasuk perlengkapan dan furnitur melalui mitra yang tersedia.

Thomas menegaskan, pengembangan layanan tersebut tidak semata-mata berangkat dari produk yang dimiliki BTN. Melainkan dari kebutuhan nasabah yang terus berubah. Terutama di kalangan generasi muda.

"Kami membangun bukan dari product centric, tetapi dari customer need. Kebutuhannya apa, dari situ kami membangun," katanya.

Menurut Thomas, pendekatan tersebut penting karena proses kepemilikan rumah bagi generasi muda tidak berhenti pada pencarian properti. Mereka juga membutuhkan informasi mengenai kemampuan pembiayaan serta solusi yang sesuai dengan kondisi finansial masing-masing.

CEO 99 Group Darius Cheung mengatakan, kepemilikan rumah merupakan salah satu keputusan besar dalam hidup. Karena itu, Rumah123 berupaya tidak sekadar menjadi platform pencarian properti, tetapi mendampingi masyarakat sejak mencari hunian, menghitung kemampuan finansial, hingga menemukan solusi pembiayaan.

"Rumah123 ingin menemani masyarakat dalam setiap tahap perjalanan menuju kepemilikan rumah, mulai dari menemukan pilihan hingga mengakses solusi pembiayaan," kata Darius.

CMO 99 Group Bharat Buxani menambahkan, kebutuhan setiap calon pemilik rumah berbeda. Ada yang baru mulai mencari hunian, menghitung kemampuan finansial, hingga membutuhkan solusi untuk KPR yang telah berjalan.

"Melalui Harpropnas Fest 2026, kami ingin menghadirkan pengalaman yang membuat perjalanan menuju rumah terasa lebih mudah, dekat, dan menyenangkan," ujarnya.

Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan dan Sarana dan Prasarana Permukiman Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia Ronny Ariuly Hutahayan mengatakan, perluasan akses hunian membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.

"Akses terhadap hunian yang layak membutuhkan dukungan ekosistem yang saling terhubung, mulai dari penyediaan hunian, pembiayaan, hingga informasi," ujarnya.

(kil/kil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads