BI Kembalikan Dana ke Perbankan Rp 440 T, Ini Alasannya

BI Kembalikan Dana ke Perbankan Rp 440 T, Ini Alasannya

Andi Hidayat - detikFinance
Senin, 14 Sep 2026 13:03 WIB
Komisi XI DPR RI menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap Destry Damayanti sebagai calon Gubernur BI di Ruang Rapat Komisi XI DPR, Jakarta, Rabu (26/8/2026). Uji kepatutan yang dimulai pada pukul 11.00 WIB tersebut dipimpi
Gubernur BI, Destry Damayanti/Foto: Andhika Prasetia/DetikFoto
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) memberikan sejumlah insentif terhadap industri perbankan nasional melalui kewajiban Giro Wajib Minimum (GWM). Harusnya bank memperoleh tambahan insentif berupa kebijakan insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) hingga 6%.

GWM merupakan jumlah dana minimum yang wajib disimpan oleh bank umum dalam bentuk rekening giro di BI. Penurunan tingkat kewajiban ini dilakukan sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjaga likuiditas perbankan nasional.

"Untuk kebijakan likuiditas makroprodensial kita juga sudah mengeluarkan berbagai insentif pengurangan GWM bagi bank-bank bisa hingga 6% dari GWM-nya total perbankan. Jadi ini real-nya, walaupun GWM 9% tapi dia bisa 6%," ungkap Gubernur BI, Destry Damayanti,/ dalam rapat kerja gabungan Komite IV DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melalui insentif ini, bank sentral akan mengembalikan GWM milik perbankan sekitar Rp 500 triliun. Dana ini diharapkan dapat menambah likuiditas dan mendorong penyaluran kredit perbankan.

ADVERTISEMENT

"Jadi, artinya ada sekitar Rp 500 triliun yang uang akan kembali kepada bank, sehingga bank bisa menyalurkan kreditnya," jelasnya.

Hingga saat ini, BI telah mengembalikan GWM perbankan sekitar Rp 442 triliun. Dana tersebut dikembalikan bagi bank yang mengalokasikan kreditnya terhadap sektor strategis pemerintah, seperti pangan, perumahan, hingga UMKM.

"Saat ini bank itu sudah menerima sekitar Rp 440 triliun dana dari pengembalian GWM-nya karena bank memenuhi persyaratan," pungkasnya.

(ahi/ara)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads