Pasar Obligasi RI Sudah Jenuh

Pasar Obligasi RI Sudah Jenuh

- detikFinance
Kamis, 13 Des 2007 15:26 WIB
Jakarta - Pasar obligasi pada tahun 2008 diperkirakan akan mendekati titik jenuh. Hal ini terjadi karena peluang penurunan suku bunga yang sudah mulai terbatas.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Ekonom bank Mandiri Martin Panggabean dalam jumpa pers mengenai Economic Outlook 2008 di Plaza Mandiri, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (13/12/2007).

"Kondisi ini menyebabkan capital gain pada obligasi sudah tidak terlalu banyak, padahal instrumen obligasi itu jika suku bunga turun akan terjadi capital gain," tuturnya.

Investor asing sewaktu-waktu bisa menarik dana dalam portfolio obligasi seperti SUN dari Indonesia. "Kita tahu dana asing di SUN sekitar Rp 70-80 triliun, jika itu keluar maka otomatis kita bisa terguncang," tuturnya.

Pada tahun 2008 pemerintah harus membayar obligasi negara yang jatuh tempo sebesar Rp 37 triliun. Angka ini meningkat dibanding tahun 2007 sebesar Rp 25 triliun.

Untuk menutupi pembiayaan defisit tahun depan pemerintah diharuskan menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) sebesar Rp 91 triliun.

Sebelumnya Dirjen Pengelolaan Utang Depkeu Rahmat Waluyanto yakin bahwa kekuatan pasar SUN akan meningkat tahun depan minimal karena 2 alasan. Yakni untuk penggunaan SUN oleh BI dan untuk pembiayaan proyek infrastruktur.

"BI akan mengggunakan SUN sebagai instrumen moneter yang akan direalisasikan tahun depan, yang kedua tidak semua pembiayaan infrastuktur pemerintah berasal dari perbankan tapi juga dari obligasi," ujarnya.
(dnl/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads