Perbankan Jangan Cuma Cari Aman

Perbankan Jangan Cuma Cari Aman

- detikFinance
Jumat, 14 Des 2007 13:34 WIB
Bandung, - Bank Indonesia (BI) menilai penyaluran kredit saat ini tidak optimal karena terpusat pada sektor komersial. Perbankan cari aman dengan bermain di sektor ini.

Per Januari-Oktober 2007, penyaluran kredit ke sektor konsumsi mencapai Rp 43,6 trilliun, atau tumbuh 19,3%. Komposisinya terdiri dari KKB (Kredit Kendaraan Bermotor) Rp 21,6 trilliun, KPR (Kredit Pemilikan Rumah) Rp 17,4 trilliun dan kartu kredit Rp 4,6 trilliun. Pertumbuhan pada sektor ini mencetak pertumbuhan tertinggi pada kategori kredit berdasarkan jenis penggunaan.

Sementara nilai penyaluran kredit tertinggi terletak pada kredit modal kerja, sebesar Rp 77,5 trilliun, atau tumbuh 17,66%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Angka tersebut menunjukkan bahwa perbankan cenderung bermain aman. Mereka
menghindari penyaluran kredit yang memiliki risiko lebih tinggi. Saya kira ke depan, penyaluran kredit harus lebih dioptimalkan dengan masuk ke sektor-sektor lainnya. Perbankan harus lebih berani bermain dalam manajemen risiko," kata Peneliti Senior BI, Agusman.

Hal itu disampaikan Agusman dalam acara bertajuk "Diskusi Kebanksentralan: Kebijakan, Progres dan Arah Kebijakan Perbankan BI" di Hotel The Jayakarta, Jalan Juanda, Bandung, Jumat (14/12/2007).

"Penyaluran kredit masih belum optimal, karena masih terpusat pada kredit konsumsi," kata Agusman.

Hal ini disebabkan oleh perilaku bank yang cenderung menghindari risiko (risk averse), sehingga menyebabkan penyaluran kredit masih terbatas pada demand di sektor riil, terutama sektor konsumsi.

"Sejak krisis pada tahun 1997, banyak bank yang dilikuidasi karena kredit korporat yang notabene nilainya besar. Sehingga kebanyakan bank dewasa ini, cenderung memilih masuk ke sektor konsumsi," kata Agusman.

BI memproyeksikan pertumbuhan kredit perbankan akan ditutup pada angka 22% di akhir 2007. Untuk tahun 2008 diharapkan pertumbuhan kredit menembus angka 24%.Β  (dro/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads