Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga di sela diskusi panel "Membedah UU BUMN" di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (14/12/2007).
"Kalau sukuk untuk tahun depan jika diterbitkan, Jamsostek itu mau lebih banyak investasi di syariah, karena ini juga membuktikan bahwa instrumen syariah seperti deposito bagus, ada keunggulan dibanding konvensional," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu jumlahnya Rp 700-750 miliar, nanti kalau misalnya tahun depan ada sukuk sudah pasti akan beli, paling tidak dalam satu tahun nanti mungkin Rp 500 miliar dulu karena tergantung penjatahan kita yakin sukuk banyak yang butuh," paparnya.
Secara keseluruhan portofolio obligasi Jamsostek per September 2007 sekitar 42 persen, saham 16 persen, deposito 30 persen, sisanya reksa dana 2 persen, properti 1 persen, dan sisanya penyertaan langsung.
"Total dana kelolaan kita per September 2007 sekitar Rp 56 triliun," jelasnya. (dnl/ir)











































