Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga di sela diskusi panel "Membedah UU BUMN" di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (14/12/2007).
"Jadi orientasi kita tahun depan itu akan ditambah portofolio dalam bentuk saham mungkin bisa mencapai 20 persen," jelasnya.
Dana untuk menambah portofolio saham akan diambil dari dana kelolaan yang non Jaminan Hari Tua (JHT). Karena menurut Hotbonar, pengelolaan dana JHT memerlukan investasi yang lebih hati-hati dan tidak boleh agresif.
Total dana kelolaan Jamsostek sampai September 2007 mencapai Rp 56 triliun, yang terdiri dari non-JHT sekitar Rp 8 triliun, JHT Rp 48 triliun.
"Non-JHT bisa lebih agresif investasi saham bisa 70-80%, jadi non JHT hasil yield on investment jauh lebih tinggi," paparnya.
Meskipun begitu, Hotbonar mengatakan bahwa pada tahun 2008 Jamsostek akan lebih hati-hati karena kondisi perekonomian kurang positif.
"Banyak dampak yang harus diperhitungkan, seperti kenaikan harga minyak, pertumbuhan ekonomi makro pengaruhnya memang besar pada investasi tahun depan," jelasnya.
(dnl/qom)











































