Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran pembiayaan industri pergadaian hingga Juli 2026 tumbuh tinggi. Di mana nilainya mencapai Rp 160,78 triliun, melonjak 50,73% secara tahunan (year on year/yoy).
Porsi pembiayaan terbesar disalurkan langsung melalui instrumen produk Gadai, yakni menembus Rp 136,39 triliun atau mendominasi hingga 84,83 persen dari total portofolio pembiayaan industri pergadaian nasional.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman, menjelaskan, tren pertumbuhan industri pergadaian didorong oleh tingginya kebutuhan masyarakat terhadap alternatif pembiayaan yang cepat dan efisien, serta didukung oleh perluasan jangkauan wilayah operasional pelaku usaha di tanah air.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati mencatatkan pertumbuhan tinggi, Agusman mengingatkan pentingnya penerapan manajemen risiko yang cermat dan berdisiplin oleh para pelaku industri.
"Pelaku usaha perlu mencermati kualitas serta pergerakan harga agunan yang mempengaruhi risiko usaha, di samping tantangan akses dan efisiensi biaya pendanaan yang masih dihadapi oleh pergadaian swasta dalam memperluas pembiayaannya," tegas Agusman dikutip Senin (21/9/2026).
Direktur PT Lesca Gadai Premier, Bastian Purnama, mengungkapkan pertumbuhan industri pergadaian yang konsisten mencerminkan makin tingginya kepercayaan pemilik modal terhadap fleksibilitas produk pergadaian sebagai jembatan modal kerja.
Akselerasi pada industri pergadaian nasional turut dirasakan secara nyata oleh segmen pergadaian barang mewah (luxury pawn).
Skema pembiayaan berbasis agunan aset (asset-backed lending) semakin diminati oleh kalangan High Net Worth Individuals (HNWI), pengusaha, serta kolektor yang membutuhkan likuiditas bernilai besar dalam waktu singkat tanpa friksi administratif perbankan.
"Melalui skema gadai premium, nasabah dapat mengoptimalkan nilai likuiditas laten dari koleksi mereka hingga miliaran rupiah guna menangkap momentum peluang usaha baru, sementara kepemilikan aset tetap terjaga seutuhnya," ujar Bastian.
Menjawab imbauan OJK terkait volatilitas harga agunan dan mitigasi risiko, Bastian menegaskan komitmen Lesca Gadai Premier dalam menerapkan standardisasi operasional berkelas dunia.
Perseroan mengandalkan tim penaksir (appraiser) profesional bersertifikat dengan basis data nilai pasar sekunder internasional, serta telah mengantongi sertifikasi ganda internasional yakni ISO 9001:2015 (Sistem Manajemen Mutu) dan ISO/IEC 27001:2022 (Sistem Manajemen Keamanan Informasi).
(hns/hns)









































