BI: Biaya Operasional Perbankan Kurang Efisien

BI: Biaya Operasional Perbankan Kurang Efisien

- detikFinance
Sabtu, 15 Des 2007 11:45 WIB
Bandung - Bank Indonesia (BI) menilai pengelolaan perbankan Indonesia masih kurang efisien. Hal itu terlihat dari perbandingan biaya operasional dengan pendapatan yang masih tinggi, yaitu sebesar 80 persen.

Hal itu disampaikan Peneliti Senior Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI, Agusman, dalam acara bertajuk "Diskusi Kebanksentralan: Kebijakan, Progres dan Arah Kebijakan Perbankan BI" di Hotel The Jayakarta, Jl. Ir. H. Juanda, Bandung, Sabtu (15/12/2007).

"Tingginya persentase perbandingan itu menunjukkan operasional bank belum efisien," kata Agusman.

Ia menjelaskan, faktor-faktor yang mempengaruhi tingginya biaya operasional antara lain biaya untuk sumber daya manusia termasuk penambahan kantor cabang yang kurang perhitungan efektifitasnya. Misalnya, bank membangun kantor cabang didaerah yang sebetulnya cukup dibangun mesin penarikan tunai.

"Ini tidak efisien sebab pembangunan kantor cabang membutuhkan dana besar dan harus menyediakan sumber daya manusianya," ujar Agusman.

Selain itu, lanjut dia, faktor penggunaan teknologi informasi yang tidak sesuai kebutuhan turut menyumbang tingginya beban operasional yang harus dikeluarkan bank.

Perbankan nasional, kata Agusman harus segera melakukan efisiensi karena rencana penerapan Bassel II menuntut perbaikan efisiensi perbankan.

"Bank harus benar-benar menghitung semua aktifitas operasionalnya. Perbandingan biaya operasional dan pendapatan pun diharapkan akan terus menurun," kata Agusman.

Mengefisienkan kinerja perbankan, kata Agus, termasuk bagian program konsolidasi perbankan Bank Indonesia agar bank-bank nasional bisa mengembangkan industrinya.

(dro/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads