Untuk porsi investasi lainnya dari asuransi jiwa adalah reksa dana meningkat 168%, bangunan, tanah dan bangunan untuk investasi meningkat 76%, pinjaman polis meningkat 31%, efek-efek meningkat 25%, penyertaan langsung meningkat 11%, deposito berjangka meningkat 4%.
Sedangkan beberapa instrumen investasi yang mengalami penurunan, SBPU turun 6%, pinjaman hipotik turun 21%, surat pangakuan utang lebih 1 tahun turun 96%, Lain-lain meningkat 710%.
Demikian kesimpulan dari data bisnis asuransi jiwa Q3-2007 (unaudited) yang diikuti 39 perusahaan asuransi jiwa yang memasukkan datanya. Perusahaan itu terdiri dari satu perusahaan asuransi jiwa milik negara (BUMN), 23 perusahaan asuransi jiwa swasta nasional, dan 15 perusahaan asuransi jiwa patungan (joint venture), dan diperoleh detikFinance, Sabtu (15/12/2007).
Jika dirinci, maka porsi investasi dari asuransi jiwa adalah efek-Efek Rp 38,2 triliun yaitu 46,90% dari total investasi, reksa dana Rp 21 triliun (25,80%), deposito Rp 9,3 triliun (11,48%), SBI Rp 4,8 triliun (5,87%), penyertaan langsung Rp 3,98 triliun (4,89%), bangunan, tanah & bangunan untuk investasi Rp 2,03 triliun (2,49%), pinjaman polis Rp 1,5 triliun (1,89%), pinjaman hipotik Rp 252,2 miliar (0,31%), SBPU Rp 95,6 miliar (0,12%), Surat Pengakuan Hutang Lebih 1 Tahun sejumlah Rp 450 Juta (0.001%) dan Lain-lain Rp 202,2 miliar (0,25%) dari total investasi.
Hingga triwulan ke-3 2007, total asset yang diinvestasikan industri asuransi jiwa mencapai Rp 81,4 triliun. Angka ini tumbuh 48,8% dibandingkan Q3-2006 yang mencapai Rp 54,7 triliun.
Untuk nilai klaim pada Q3-2007 mencapai Rp 14,1 triliun naik 31,7% dibandingkan Q3-2006 yang mencapai Rp 10,7 triliun.
Sementara itu, untuk nilai total tertanggung individu & group pada Q3-2007 (un-audited) berjumlah 30,9 juta orang, terjadi penurunan sebesar 1,5% dibandingkan Q3-2006 (un-audited) yang berjumlah 31,4 juta orang.
Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Eddy KA. Berutu menjelaskan, minat masyarakat terhadap asuransi jiwa rupanya terus meningkat. Total pendapatan premi asuransi jiwa pada periode ini mencapai Rp 32,4 triliun atau tumbuh sebesar 71% dibandingkan periode yang sama (Q3) 2006 senilai Rp 18,9 triliun.
Â
Dari total pendapatan premi itu, sebesar Rp 22,6 triliun diantaranya adalah pendapatan premi produksi baru. Angka ini juga tumbuh sangat signifikan sebesar 109% atau melesat dibandingkan periode yang sama 2006 yang mencapai Rp 10,8 triliun.
Â
(qom/qom)











































