BI Ternyata Masih Cetak Uang Baru Bertanda Tangan Purbaya

BI Ternyata Masih Cetak Uang Baru Bertanda Tangan Purbaya

Ilyas Fadilah - detikFinance
Kamis, 24 Sep 2026 20:39 WIB
Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menyampaikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, Rabu (23/9/2026). BI memutuskan mempertahankan BI Rate sebesar 5,75 persen.
Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti.Foto: Rifkianto Nugroho/detikFoto
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) masih menerbitkan uang baru yang memuat tanda tangan mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dan mantan Gubernur BI Perry Warjiyo.

Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan, penerbitan uang merupakan bagian dari proses rutin pemenuhan kebutuhan uang kartal. Proses pencetakan uang dilakukan secara bertahap dan tidak sekaligus pada awal maupun akhir tahun.

"Cetak uang itu kan hal yang normal. Setiap tahun kita cetak uang. Dan hari ini, kalau nggak salah hari ini terbit yang seri baru, tanda tangan dari Pak Menteri Keuangan yang lama dan Bapak Gubernur juga yang sebelumnya," kata Destry dalam konferensi pers di Kantor Pusat BI, Jakarta, Kamis (24/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Destry, pencetakan uang merupakan tugas rutin BI lantaran kebutuhan masyarakat terhadap uang kartal masih ada. Kebutuhan tersebut antara lain berasal dari masyarakat di daerah yang belum sepenuhnya terjangkau layanan digital maupun jaringan telekomunikasi.

"Harus selalu tiap tahun itu ada masanya. Jadi mencetak itu nggak langsung jebret di awal tahun atau di akhir tahun, tapi ada tahapan-tahapannya. Karena biar gimana kan kebutuhan uang kartal itu masih ada," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Jumlah uang kartal yang akan diterbitkan juga dibahas BI bersama pemerintah. Pembahasan biasanya dilakukan pada akhir tahun dengan mempertimbangkan sejumlah hal, termasuk target jumlah uang beredar hingga rencana penerbitan surat utang pemerintah.

Destry menegaskan pencetakan uang tersebut bukan merupakan sesuatu yang luar biasa. Proses itu dilakukan secara rutin sesuai dengan kebutuhan uang kartal di masyarakat.

"Termasuk di situ adalah berapa banyak BI berencana untuk mengeluarkan uang kartal atau mencetak uang kertas dan uang logam gitu. Jadi itu bukan hal yang luar biasa, tapi itu hal yang rutin biasa," tutur Destry.

Sebagai informasi, Purbaya sudah direshuffle dan diganti Suahasil Nazara per 14 September 2026. Sementara Perry mengundurkan diri dan diumumkan secara resmi pada 27 Juli 2026.

(ily/hns)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads