Perkuat Kolaborasi Ekonomi, Bank Jatim Resmikan Kantor Cabang Balikpapan

Perkuat Kolaborasi Ekonomi, Bank Jatim Resmikan Kantor Cabang Balikpapan

Dea Duta Aulia - detikFinance
Sabtu, 10 Okt 2026 14:27 WIB
Perkuat Kolaborasi Ekonomi, Bank Jatim Resmikan Kantor Cabang Balikpapan
Foto: Bank Jatim
Jakarta -

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) resmi membuka Kantor Cabang Balikpapan. Peresmian ini menjadi momentum dalam memperluas jangkauan layanan perbankan sekaligus memperkuat kolaborasi ekonomi antara Provinsi Jawa Timur dan Kalimantan Timur.

Acara peresmian tersebut dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud, Komisaris Utama Independen Bank Jatim Adi Sulistyowati, dan Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo, Jumat (9/10/2026).

Kehadiran Bank Jatim di Balikpapan juga menjadi wujud nyata dukungan terhadap penguatan hubungan ekonomi antardaerah, khususnya dalam mendorong peningkatan perdagangan, investasi, dan konektivitas bisnis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Winardi menjelaskan, langkah ekspansi ini sejalan dengan program strategis Pemerintah Provinsi Jawa Timur di bawah kepemimpinan Gubernur Jawa Timur, yakni Misi Dagang Jawa Timur. Melalui kehadiran kantor cabang di Balikpapan, Bank Jatim berharap dapat menjadi jembatan yang menghubungkan potensi usaha dan peluang investasi antara pelaku usaha di Jawa Timur dan Kalimantan Timur.

"Pemilihan Balikpapan sebagai lokasi pengembangan jaringan kantor Bank Jatim didasarkan pada potensi ekonominya yang besar, terutama sebagai salah satu gerbang menuju Ibu Kota Nusantara (IKN)," kata Winardi dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/10/2026).

ADVERTISEMENT

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menjadi acuan dalam materi peresmian, Balikpapan mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 10,24% pada 2025, dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp169,3 triliun.

Potensi tersebut membuka peluang bagi Bank Jatim untuk berkontribusi lebih luas dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, dunia usaha, serta pengembangan ekosistem bisnis di Kalimantan Timur.

"Pembukaan Kantor Cabang Balikpapan telah melalui proses dan persiapan yang matang, termasuk memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebelum diresmikan, kantor cabang ini telah melayani masyarakat melalui tahap soft opening sejak Juni 2026. Dengan peresmian ini, Bank Jatim semakin memperkuat komitmennya untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat dan pelaku usaha di Balikpapan," ungkap Winardi.

Melalui kantor cabang tersebut, Bank Jatim menghadirkan berbagai layanan perbankan yang komprehensif, mulai dari layanan simpanan dan transaksi, pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kredit ritel dan konsumer, layanan nasabah prioritas, hingga layanan perbankan digital melalui JConnect. Ketersediaan layanan tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan akses keuangan bagi masyarakat sekaligus mendukung kebutuhan transaksi dan pembiayaan pelaku usaha.

Winardi menambahkan, Bank Jatim juga berupaya memperkuat perannya sebagai mitra strategis bagi dunia usaha dalam menangkap peluang pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur. Selain memperluas akses layanan perbankan, Bank Jatim turut berkomitmen mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Kota Balikpapan.

"Upaya ini akan dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perbankan daerah, khususnya Bankaltimtara, guna memperluas pemahaman masyarakat mengenai manfaat dan penggunaan layanan keuangan secara bijak," tuturnya.

Berdasarkan data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang menjadi acuan dalam materi peresmian, indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia mencapai 69,57%, sedangkan indeks inklusi keuangan mencapai 93,61%.

Data tersebut menunjukkan bahwa akses masyarakat terhadap layanan keuangan terus berkembang. Namun, peningkatan pemahaman dan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan produk serta layanan keuangan secara tepat tetap menjadi hal yang penting.

Oleh karena itu, Bank Jatim tidak hanya berfokus pada perluasan akses perbankan, tetapi juga ingin mengambil bagian dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan. Dengan demikian, kehadiran Bank Jatim di Balikpapan diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif.

Winardi menambahkan, dalam menjalankan kegiatan operasionalnya di Balikpapan, Bank Jatim berkomitmen untuk senantiasa menerapkan prinsip kehati-hatian, tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance), serta mematuhi seluruh ketentuan dan peraturan yang berlaku.

"Dengan diresmikannya Kantor Cabang Balikpapan, Bank Jatim berharap dapat memperkuat sinergi ekonomi antara Jawa Timur dan Kalimantan Timur, membuka peluang bisnis yang lebih luas, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di kedua wilayah," ungkap Winardi.

Sementara itu, Khofifah menegaskan pembukaan Kantor Cabang Bank Jatim di Balikpapan merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi di sektor ekonomi dan bisnis antara Jawa Timur dan Kalimantan Timur. Langkah ini sekaligus bertujuan memperluas jangkauan dan mendekatkan layanan perbankan Bank Jatim kepada masyarakat.

"Peran Bank Jatim di Balikpapan ini bisa menjadi bagian dari penguatan kerja sama antardua provinsi dan pada akhirnya akan memberikan penguatan pada ekonomi secara nasional," katanya.

Khofifah menyampaikan beberapa alasan Bank Jatim membuka kantor cabang di Balikpapan. Salah satunya, Balikpapan memiliki posisi strategis dalam mendukung konektivitas perdagangan dan kegiatan usaha di kawasan Kalimantan yang memiliki potensi ekonomi dan bisnis yang terus berkembang.

Selain itu, Balikpapan merupakan salah satu kota yang dekat dengan Ibu Kota Nusantara. Pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut diprediksi meningkat signifikan dalam 10-15 tahun mendatang.

Alasan lain yang mendasari pembukaan Kantor Cabang Bank Jatim di Balikpapan adalah masukan dan aspirasi dari paguyuban masyarakat Kalimantan Timur asal Jawa Timur.

"Ini juga merupakan tindak lanjut dari apa yang menjadi inspirasi, masukan, aspirasi paguyuban masyarakat Kalimantan Timur asal Jawa Timur yang disampaikan pada saat Misi Dagang dan Investasi Jatim dan Kaltim pada tahun 2024 yang lalu," jelasnya.

Melihat besarnya potensi Balikpapan dan Kalimantan Timur di sektor ekonomi hijau dan ekonomi biru, Khofifah secara khusus meminta agar Bank Jatim mengambil langkah-langkah komprehensif untuk mengoptimalkan peluang tersebut.

"Kalau ada potensi-potensi yang bisa kita maksimalkan dalam skala besar seperti yang tadi Bapak Gubernur Kaltim sampaikan rasanya memang butuh konsorsium," ungkapnya.

"Sebuah konsorsium yang memungkinkan untuk bisa di-handle oleh Bank Jatim dan bank-bank Himbara maupun bank swasta lainnya di Kalimantan Timur," sambung Khofifah.

Tak hanya itu, Khofifah juga meminta Bank Jatim memberikan layanan bagi UKM di Balikpapan dan Kalimantan Timur untuk membantu pelaku usaha lokal naik kelas.

"Bagaimana penguatan ekonomi dan fasilitasi yang dimungkinkan bisa kita lakukan melalui Bank Jatim untuk men-support UKM di Balikpapan, niatkan ini bagian dari upaya peningkatan UMKM Kaltim supaya naik kelas, naik kelas ini harus dorong bersama, ditingkatkan bersama disiapkan tangganya secara bersama-sama," tutupnya.

(anl/ega)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads