Fitch mempertahankan semua peringkat Bank NISP sebagai berikut: peringkat mata uang asing dan lokal jangka panjang (Issuer Default Ratings/IDR) di 'BB-' (BB minus) dengan prospek positif, peringkat mata uang asing jangka pendek IDR di 'B', peringkat nasional jangka panjang di 'AA+(idn)' dengan prospek stabil, peringkat individual di 'C/D' dan peringkat dukungan di '3'.
Dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Minggu (23/12/2007) Fitch mengatakan Bank NISP menunjukkan profitabilitas yang baik dan neraca yang sehat, dan dukungan dari induk perusahaan yang kuat secara finansial, yaitu Oversea-Chinese Banking Corporation (OCBC, 'AA-' (AA minus)/stabil).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jumlah pinjaman bermasalah naik cukup tinggi di tahun 2006 dan selama 9 bulan di tahun 2007 akan tetapi jika dibandingkan dengan kondisi awal dimana pinjaman bermasalah masih rendah, rasio pinjaman bermasalah per akhir September 2007 adalah 2,5% dari pinjaman total (rata-rata industri: 5,8%). Rasio pencadangan terhadap pinjaman bermasalah sebesar 51% termasuk rendah akan tetapi kebanyakan pinjaman dijamin oleh agunan. Rasio kapitalisasi juga meningkat dengan tier-1 dan CAR total menjadi 14,3% dan 17,3% per akhir bulan September 2007 setelah penawaran umum saham di bulan Mei 2007.
Â
Sementara untuk Bank UOB Buana, peringkat jangka panjang mata uang asing dan mata uang lokal (Issuer Default Rating) di 'BB-' (BB minus) dengan prospek positif, peringkat jangka pendek mata uang asing IDR di 'B', peringkat nasional jangka panjang di 'AA+ (idn) dengan prospek stabil, peringkat individual di 'C/D', peringkat dukungan di '3'.
Â
Peringkat didukung oleh rating induk perusahaan United Overseas Bank (UOB, 'AA-' (AA minus)/Stable). UOB merupakan induk perusahaan berbasis di Singapura yang memiliki profil keuangan yang kuat.
Margin bunga bersih Bank UOB Buana tetap kuat di 6.8% pada akhir September 2007, dan membantu menutupi kenaikan biaya operasi, sehingga ROA berada di 2,8% di sembilan bulan pertama tahun 2007 (2006: 2,5%). Pinjaman meningkat sebesar 17% yoy di sembilan bulan pertama tahun 2007 dengan pinjaman komersial sebagai fokus utama dan menyumbangkan 67% dari total pinjaman pada akhir 9M07. Kredit bermasalah turun ke 3,5% dari total pinjaman pada akhir September 2007, dari 4,4% pada akhir tahun 2006.
(ddn/ddn)











































