Transaksi Rupiah dan Dolar AS Antarbank Syariah Diperluas, Ini Tujuannya

Transaksi Rupiah dan Dolar AS Antarbank Syariah Diperluas, Ini Tujuannya

Aulia Damayanti - detikFinance
Sabtu, 17 Okt 2026 15:38 WIB
Petugas menata mata uang dolar AS dan rupiah di penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (20/7/2026).
Ilustrasi/Foto: Andhika Prasetia/detikFoto
Jakarta -

PT Bank Aladin Syariah Tbk memperkuat pengelolaan likuiditas melalui penandatanganan perjanjian transaksi Sertifikat Pengelolaan Dana berdasarkan Prinsip Syariah Antarbank (SIPA). Sinergi ini dilakukan bersama Bank Syariah Indonesia (BSI), OCBC Syariah, dan Maybank Syariah.

Kerja sama tersebut diumumkan dalam rangkaian ajang Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026. Kehadiran skema SIPA ini menjadi instrumen penting dalam memperkuat pengelolaan likuiditas dan mengembangkan aktivitas Treasury. Perjanjian kerja sama tersebut ditandatangani oleh Presiden Direktur Bank Aladin Syariah Koko Rachmadi bersama Treasury & Global Market Group Head BSI Kemal Aditya, Direktur OCBC Syariah Andrae Krishnawan W, dan Direktur Maybank Syariah Romy H Buchari.

Sesuai kesepakatan, nantinya transaksi SIPA Bank Aladin Syariah dengan BSI menggunakan mata uang dolar Amerika Serikat (AS), sedangkan transaksi dengan OCBC Syariah dan Maybank Syariah menggunakan rupiah (IDR).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Melalui kerja sama ini, Bank Aladin Syariah memperluas jaringan transaksi antarbank sekaligus menambah alternatif dalam mengoptimalkan pengelolaan likuiditas. Inisiatif tersebut merupakan bagian dari pengembangan aktivitas Treasury perseroan untuk mendukung pengelolaan dana yang lebih fleksibel dengan tetap memperhatikan prinsip syariah, manajemen risiko, dan prinsip kehati-hatian, " kata Presiden Direktur Bank Aladin Syariah, Koko Rachmadi dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/10/2026).

ADVERTISEMENT

Koko menegaskan bahwa penguatan kapabilitas pengelolaan likuiditas merupakan bagian penting dalam membangun bisnis perbankan yang sehat, terutama bagi bank yang terus mengembangkan layanan berbasis digital.

"Pertumbuhan perlu diiringi dengan pengelolaan likuiditas dan risiko yang prudent. Melalui kerja sama SIPA ini, kami memperluas pilihan dalam mengelola likuiditas sekaligus memperkuat sinergi dengan bank syariah lainnya. Kami percaya bahwa pertumbuhan yang berkelanjutan perlu dibangun di atas pengelolaan bisnis yang hati-hati dan terarah, agar kami dapat terus memberikan layanan yang terbaik serta menjaga kepercayaan nasabah," ujar Koko.

SIPA merupakan instrumen transaksi antarbank berdasarkan prinsip syariah yang dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan pengelolaan likuiditas. Melalui kerja sama dengan BSI, OCBC Syariah, dan Maybank Syariah, Bank Aladin Syariah memperluas jaringan mitra transaksi sekaligus membuka alternatif pengelolaan likuiditas dalam dua mata uang, yaitu rupiah dan dolar AS. Transaksi dilakukan berdasarkan kesepakatan para pihak, termasuk nilai, mata uang, jangka waktu, serta imbal hasil atau ujrah sesuai struktur akad dan ketentuan yang berlaku.

Kerja sama ini melanjutkan langkah Bank Aladin Syariah dalam memperluas sinergi antarbank melalui instrumen SiPA, setelah sebelumnya menjalin kerja sama dengan Bank Syariah Nasional (BSN) dan BCA Syariah pada April 2026. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat pengelolaan likuiditas yang terukur melalui pemanfaatan instrumen pasar uang syariah, guna mendukung kelancaran operasional dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

"Kami terus mengembangkan fleksibilitas pengelolaan likuiditas untuk mendukung kebutuhan bisnis. Dengan demikian, pertumbuhan Bank Aladin Syariah tidak hanya berorientasi pada skala, tetapi juga pada ketahanan dan keberlanjutan bisnis serta kualitas layanan bagi nasabah," ujar Koko.

Kolaborasi antarbank melalui instrumen pasar uang syariah berperan dalam memperluas aktivitas transaksi dan mendukung pengelolaan likuiditas, sehingga turut memperkuat infrastruktur pasar keuangan syariah di Indonesia.

(ara/ara)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads