Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong sektor jasa keuangan untuk ikut serta dalam upaya pemerataan ekonomi nasional, pemberantasan kemiskinan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, melaporkan program percepatan akses keuangan di daerah ini sudah menjangkau seluruh wilayah di Indonesia. Hal ini terlihat dari jumlah tim kerja yang sudah terbentuk mencapai 552 TPAKD yang mencakup seluruh provinsi, kabupaten, dan kota.
"Saat ini kita sudah memiliki 552 tim percepatan akses keuangan daerah di seluruh provinsi, kabupaten, kota di Indonesia. Jadi tidak ada daerah yang belum memiliki hal ini, Bapak," ujar Friderica dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) TPAKD 2026 di Jakarta Utara, Kamis (22/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Khusus melalui program TPAKD, Frederica mengatakan OJK berhasil mendorong sekitar 350 pelaku usaha jasa keuangan (PUJK) untuk menyalurkan pembiayaan kepada 2,1 juta debitur dari berbagai sektor dalam tiga bulan terakhir. Di mana total penyaluran dana selama periode tersebut mencapai 53 triliun.
"Mulai bulan Agustus, September, Oktober sudah terjadi pemberian kredit pembiayaan kepada 2,1 juta penerima sebesar Rp 53 triliun," jelasnya.
"Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan. Tadi kalau boleh disampaikan, dari Rp 53 triliun tersebut, ada 350 PUJK yang memberikan support kepada masyarakat kita.
Menurutnya penyaluran pembiayaan tersebut turut menyentuh berbagai lapisan masyarakat dan usaha mikro-kecil di daerah mulai dari pedagang warung kelontong, ojek online, petani kopi, hingga pelaku usaha ikan nila.
"BPD, BPR seluruh Indonesia dan lembaga-lembaga pembiayaan lainnya yang bersama-sama bagaimana kita meningkatkan akses keuangan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia," ujarnya.
Selain TPAKD, Frederica mengatakan OJK juga memiliki berbagai program terkait penyaluran pembiayaan lainnya seperti Program Kredit Pembiayaan Melawan Rentenir (KPMR). Di mana melalui program ini OJK juga berhasil mendorong penyaluran dana hingga Rp 64,8 triliun kepada 2,3 juta debitur.
"Program kredit pembiayaan melawan rentenir telah menyalurkan Rp 64,8 triliun kepada 2,3 juta debitur. Kemudian kredit pembiayaan sektor prioritas Rp 5,4 triliun kepada lebih dari 103.000 debitur," tutur Friderica.
Selain pembiayaan modal usaha, OJK juga menghadirkan inovasi edukasi keuangan bagi generasi muda melalui program Satu Rekening Satu Pelajar. Program ini digerakkan bersama industri perbankan nasional maupun daerah untuk membuka akses tabungan sejak dini.
"Kami memberikan edukasi kepada anak-anak dan juga dibantu dengan seluruh pelaku usaha jasa keuangan, baik bank nasional, bank daerah, dan lain-lain untuk membukakan yang disebut dengan SIMPEL, simpanan pelajar, dengan modal awal itu hanya sebesar 5.000 sudah bisa buka rekening," pungkasnya.
Tonton juga video "Respons Ketua OJK Usai Prabowo Tegaskan RI Tak Takut MSCI"
(fdl/fdl)
