Uapaya yang dilakukan dengan berbagai usaha restrukturisasi dan penagihan terhadap kredit-kredit bermasalahnya.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Bank Mandiri bidang Special Asset Management Riswinandi di kantornya, Plaza Mandiri, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (28/12/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampai saat ini, jumlah total kredit bermasalah dari 30 debitor besar Bank Mandiri sudah turun menjadi Rp 7 triliun dari jumlah sebelumnya yang sebesar Rp 19 triliun.
"Group Bosowa merupakan debitor yang progres penyelesaian kredit bermasalahnya cepat, sekarang dia tinggal Semen Bosowa saja yang perlu diselesaikan kreditnya," jelasnya.
Sementara untuk Domba Mas, Riswinandi menuturkan bahwa Bank Mandiri akan terus melakukan penagihan karena sampai saat ini belum ada progres.
"Untuk Gunung Meranti sudah cukup sulit (ditagih) tapi kita sedang usahakan mendapatkan aset-asetnya, sementara untuk Primayudha sedang kita lakukan legal action, demikian juga dengan Suba Indah kita sedang usahakan mendapatkan asetnya," paparnya. (dnl/ir)











































