Dan sejak dari jaman dahulu, sudah ada skema pemberian kredit melalui KIK, kredit candak kulak, KPEN-RP, dan yang terakhir kredit dengan pola penjaminan Askrindo dan SPU.
Namun pada kenyataannya, angka pencairan kredit bank masih kecil. Ada apa? Dirut Bank Mandiri Agus Martowardojo punya jawabannya.
"Itu semua untuk enterpreneur, saya yakin pasti gagal karena orangnya tidak siap menerima kredit, orangnya mental pencari kerja bukan enterpreneur orangnya, menjadi office boy atau pembantu karena tidak punya keberanian menciptakan lapangan kerja," urai Agus.
Hal itu disampaikannya dalam pertemuan akhir tahun di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta, Jumat (28/12/2007).
Lulusan sarjana-sarjana banyak yang berpikir hanya mencari kerja ketimbang membuat lapangan kerja baru.
"Mereka masih tidak punya keberanian untuk membuat lapangan kerja, lebih mencari kerja," ujarnya
Untuk itulah sebagai bentuk corporate social responsibility (CSR), Bank Mandiri akan mencanangkan wirausaha muda mandiri tahun depan, Bank Mandiri akan menggandeng generasi muda yang tengah mengenyam pendidikan di perguruan tinggi.
Program ini bertujuan agar mereka bisa membuat lapangan kerja atau bisnis sendiri sehingga bisa menjadi pengusaha.
Menurut Agus, karena jiwa enterpreneurship masyarakat Indonesia yang minim, banyak perusahaan asing yang berbisnis di Indonesia dengan mudah sekali.
"Bisnis yang paling gampang buka Pom bensin, loh kok bisa ke asing. Nggak ada tuh di Perancis, Carrefour di tengah kota, di Paris nggak ada, di Indonesia bisa di tengah kota," ujarnya.
(ddn/qom)











































