Pacu Kinerja, Kredit Maybank Indonesia Tembus Rp 128 Triliun

Pacu Kinerja, Kredit Maybank Indonesia Tembus Rp 128 Triliun

Inkana Putri - detikFinance
Jumat, 30 Okt 2026 18:32 WIB
Pacu Kinerja, Kredit Maybank Indonesia Tembus Rp 128 Triliun
Foto: Maybank
Jakarta -

PT Bank Maybank Indonesia Tbk. terus memacu kinerja dengan menyalurkan kredit sebesar Rp 128,39 triliun hingga September 2026, tumbuh 6,8% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh peningkatan penyaluran kredit pada segmen korporasi dan bisnis komersial, diikuti perbaikan kualitas aset yang mencerminkan terjaganya kualitas pertumbuhan kredit perseroan.

Pada periode sembilan bulan pertama 2026, kredit Global Banking (GB) Maybank Indonesia tumbuh 14,6% menjadi Rp 57,35 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh segmen Large Local Corporates (LLC) yang meningkat 48,0% dan Commercial Banking sebesar 20,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa segmen korporasi dan komersial menjadi salah satu pendorong utama ekspansi kredit Maybank Indonesia sepanjang sembilan bulan pertama 2026.

Sementara itu, kredit Community Financial Services (CFS) meningkat 1,2% menjadi Rp71,03 triliun. Pada segmen ini, kredit SME Banking tumbuh 9,6%, sedangkan kredit ritel meningkat 2,1%.

ADVERTISEMENT

Pertumbuhan kredit ritel antara lain didukung pembiayaan otomotif yang naik 5,3%, sejalan dengan pertumbuhan penjualan kendaraan roda dua dan roda empat di pasar domestik. Kredit melalui kartu kredit dan kredit tanpa agunan (KTA) juga meningkat 11,0% secara tahunan.

Dengan pertumbuhan pada segmen korporasi, komersial, SME, dan ritel, Maybank Indonesia terus memperluas penyaluran kredit untuk mendukung pembiayaan nasabah di berbagai segmen bisnis.

Di tengah ekspansi tersebut, kualitas kredit Maybank Indonesia juga semakin membaik. Per September 2026, rasio kredit bermasalah atau non-performing loans (NPL) gross turun menjadi 2,1% dari 2,4%, sementara NPL net membaik menjadi 1,3% dari 1,5% pada September 2025.

Perbaikan kualitas aset tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan kredit Maybank Indonesia berjalan seiring dengan pengelolaan risiko yang terjaga dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, sebagaimana tercermin dari penurunan rasio kredit bermasalah.

Dari sisi pendanaan, Maybank Indonesia melaporkan pertumbuhan giro dan tabungan atau current account and savings account (CASA) sebesar 16,7% menjadi Rp 79,81 triliun. Rasio CASA turut menguat menjadi 64,1% pada September 2026 dari 52,2% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan porsi dana murah tersebut mencerminkan perbaikan komposisi pendanaan Bank, yang turut mendukung efisiensi biaya dana untuk menopang pertumbuhan bisnis.

Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan mengatakan capaian kinerja perseroan pada sembilan bulan pertama tahun 2026 menunjukkan konsistensi Bank dalam menjaga pertumbuhan berkelanjutan.

"Pertumbuhan kredit di berbagai segmen bisnis dan perbaikan komposisi pendanaan turut mendukung kinerja bisnis inti Maybank Indonesia di tengah volatilitas pasar keuangan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (30/10/2026).

Sejalan dengan itu, per September 2026 Maybank Indonesia membukukan pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) sebesar Rp 5,75 triliun, meningkat 4,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan pendapatan bunga bersih tersebut didukung penurunan beban bunga serta peningkatan pendapatan bunga dari bisnis pembiayaan anak usaha.

Pendapatan operasional atau gross operating income (GOI) tercatat sebesar Rp 7,28 triliun, tumbuh 0,4% secara tahunan. Dengan capaian tersebut, laba sebelum pajak konsolidasian Maybank Indonesia sepanjang sembilan bulan pertama 2026 mencapai Rp 1,43 triliun.

Pertumbuhan juga terjadi pada bisnis syariah Maybank Indonesia. Hingga September 2026, pembiayaan Unit Usaha Syariah naik 18,4% secara tahunan menjadi Rp 32,46 triliun. Laba sebelum pajaknya meningkat 29,4% menjadi Rp 668 miliar.

Sementara itu, dana murah (CASA) tumbuh 12,6% menjadi Rp 25,58 triliun, dengan rasio CASA naik dari 62,2% menjadi 70,8%. Peningkatan tersebut turut mencerminkan penguatan struktur pendanaan bisnis Maybank Indonesia.

Setelah menyelesaikan transformasi menjadi grup keuangan terintegrasi pada Agustus 2026, Maybank Indonesia memprioritaskan penguatan kolaborasi antarentitas serta pemanfaatan kapabilitas bisnis untuk menghadirkan solusi keuangan yang lebih komprehensif bagi nasabah.



(ega/ega)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads