Krisna seharusnya masih mengemban Kepala Eksekutif LPS hingga 22 September 2009. Praktis mantan direktur BRI ini hanya bertugas selama dua tahun di LPS sejak sejak tanggal 22 September 2005 yakni saat LPS resmi beroperasi pertama kali.
"Sebenarnya surat pengunduran diri saya itu sudah sejak 15 November 2007 tapi secara resmi mulai 2 Januari 2008 mundur dari jabatan Kepala Eksekutif LPS. Secara de facto saya sudah mundur tapi secara de jure masih menunggu Keppres," kata Krisna dalam perbincangannya dengan detikFinance, Rabu (2/1/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bisa saja saya tetap menjadi Kepala Eksekutif di LPS sambil melakukan penelitian untuk disertasi doktor tapi kalau dua-duanya saya kerjakan saya tidak bisa konsentrasi penuh, jadi harus ada yang dikorbankan," kata Krisna.
Krisna mengatakan penelitian doktor untuk mikro banking ini mengenai implementasi kredit umum pedesaan dengan mengambil sampel di wilayah Sleman Yogyakarta dengan 1.500 responden.
Krisna mengaku sudah meletakkan fundamental yang kuat terhadap LPS yang memegang peranan strategis dalam peta perekonomian Indonesia. "Selama dua tahun ini saya mengkontribusikan LPS agar dapar berjalan di sistem keuangan seperti memperbanyak peraturan dan tugas-tugas," ungkapnya.
Selama dua tahun kepemimpinannya itu, LPS telah menutup 10 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan membayar penjaminannnya. Dalam menutup BPR itu Krisna punya kisah yang menyentuh hati nuraninya.
"Kegagalan BPR itu disebabkan oleh moral hazard baik oleh pemiliknya atau manjemennya. Kasusnya kebanyakan mereka tidak mencatat simpanan nasabah jadi seperti kredit fiktif, ketika bermasalah nasabah yang bersangkutan tidak bisa dibayar dananya. Secara nurani saya kasihan tapi secara hukum memang tidak bisa dibayarkan," urai Krisna.
Untuk itu, ke depan Krisna berharap ada perlindungan kepada nasabah dari perbuatan moral hazard ini.
Mundurnya Krisna, maka care taker LPS sementara dipegang oleh Firdaus Djaelani, yang saat ini menjabat Direktur Penjamin dan Manajemen Risiko.
Krisna sejak tahun 1980 sampai sekarang aktif menulis di berbagai media masa dan telah menerbitkan 5 buah buku mengenai perbankan, usaha kecil dan kredit mikro. Krisna juga aktif sebagai pengajar di Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) dan menjadi salah satu Ketua Paguyuban Puspo Budoyo. Sebuah Yayasan Nir Laba yang bergerak di bidang kepedelian pengembangan seni tradisional ketoprak, ludruk dan wayang orang.
(ir/ir)











































