Hal ini disampaikan oleh Gubernur BI Burhanuddin Abdullah usai rapat koordinasi di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (3/1/2008).
"Di sisi moneter kita akan melihat lagi operasionalisasi dari kebijakan moneter kita karena ada berapa hal yang kita lihat masih belum secara lengkap dijaga," jelasnya.
Burhanuddin mengatakan instrumen lelang Sertifikat Bank Indonesia (SBI) bulanan yang menjadi acuan bagi BI rate belum bisa mengatur volatilitas yang terjadi di pasar uang.
"Nanti perubahan kebijakan itu akan saya paparkan dalam acara Bankers Dinner," ujarnya.
Terkait target inflasi, menurut Burhanuddin, BI akan mencapainya melalui perbaikan konsolidasi perbankan dan juga intermediasi perbankan.
"Lalu hal-hal yang menyangkut penyebaran informasi itu juga termasuk kebijakan yang dilakukan kita," tuturnya.
Mengenai arah BI Rate yang kembali akan dirapatkan dalam RDG 8 Januari, Burhanuddin belum bersedia mengungkapkan apakah tidak akan mengubahnya.
"Ya kita akan jaga-jaga lah," ujarnya.
Menurut Burhanuddin, tingkat suku bunga saat ini sudah cukup bersahabat. Ia mengatakan, target inflasi 5% di tahun 2008 tidak akan serta merta akan diikuti oleh penurunan suku bunga.
"Kalau inflasi kita 5 persen bukan berarti suku bunga turun, ini salah berpikir. Untuk mencapai inflasi 5 persen maka harga dari hal-hal yang menyangkut finasial harus dijaga secara ketat dan mantap," pungkasnya.
(dnl/qom)











































