Demikian disampaikan oleh Deputi Menneg BUMN bidang Perbankan dan Jasa Keuangan Parikesit Suprapto ketika ditemui di kantornya, Gedung garuda, Jakarta, Jumat (4/12/2008).
"Policy bank masuk ke dalam cetak biru bank BUMN, nanti akan dibahas apakah akan ada bank baru atau dari bank yang sudah ada atau bahkan lembaga non bank yang akan menjadi policy bank ini," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi masih wacana apakah nantinya untuk induknya akan dibentuk bank baru atau ditunjuk bank yang sudah ada untuk dijadikan holding-nya," jelasnya.
Diharapkan pembahasan mengenai cetak biru bank BUMN, baik itu mengenai rencana pembentukan policy bank ataupun kajian holding, akan selesai dalam 6 bulan ini seperti yang diajukan kepada Bank Indonesia.
Sebelumnya Menneg BUMN Sofyan Djalil pernah mengatakan nantinya policy bank yang akan dibentuk ini lingkup bisnis dan kewenangannya seperti Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) dulu sebelum dimerger ke Bank Mandiri.
Indonesia saat ini belum memiliki bank yang khusus mendanai program-program pembangunan pemerintah jangka panjang seperti infrastruktur dan pertanian.
(dnl/ir)











































