Dengan pembelian saham tersebut, Bukopin akan menjadi pemegang saham mayoritas di BPI. Sehubungan dengan rencana penambahan saham itu, sebelumnya pada 28 Desember 2007 telah menempatkan dana sebesar Rp 100 miliar dalam rekening penampung (escrow account).
"Dana itu untuk menjamin hak Bukopin dalam mengambil saham terlebih dahulu (pre-emptive right). Rekening tersebut tidak dapat ditarik tanpa persetujuan terlebih dahulu dari BI atas transaksi tersebut," kata Sekretaris Perusahaan Bukopin, Mulyana dalam laporannya ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (5/1/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(ir/ir)











































