BI Rate Diprediksi Takkan Turun

BI Rate Diprediksi Takkan Turun

- detikFinance
Minggu, 06 Jan 2008 14:40 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) diperkirakan tidak akan mengubah suku bunga BI Rate pada rapat dewan gubernur Selasa 8 Januari mendatang.

Masih tingginya inflasi dan harga minyak mentah yang terus membumbung jadi alasan BI tidak akan menurunkan suku bunganya.

"Pasti tidak akan turun, inflasi masih terlalu tinggi, dan harga minyak pun masih tinggi. Tidak akan turun," ujar pengamat valas Edwin Sinaga ketika dihubungi detikFinance, Minggu (6/1/2008).

BI terakhir menurunkan BI Rate sebesar 25 bps dari 8,25% menjadi 8% pada bulan Desember lalu. Sementara itu bank sentral AS The Fed, Desember lalu juga berani menurunkan suku bunga sebesar 0,25% menjadi 4,25%. Penurunan bunga ini diharapkan bisa memacu lagi ekonomi AS yang sedang turun.

Beberapa analis memperkirakan suku bunga The Fed masih akan menurunkan suku bunganya lagi. Menanggapi hal ini, menurut Edwin, meski The Fed benar-benar menurunkan suku bunganya, hal itu tidak tentu langsung membuat BI menurunkan suku bunga.

"Kebijakan BI kan bukan mengikuti The Fed, BI kan tujuannya kan untuk mengatur inflasi," ujarnya.

Gubernur BI Burhanuddin Abdullah sebelumnya mengatakan tingkat suku bunga saat ini sudah cukup bersahabat. Ia mengatakan, target inflasi 5% di tahun 2008 tidak akan serta merta akan diikuti oleh penurunan suku bunga.

"Kalau inflasi kita 5 persen bukan berarti suku bunga turun, ini salah berpikir. Untuk mencapai inflasi 5 persen maka harga dari hal-hal yang menyangkut finasial harus dijaga secara ketat dan mantap," ujarnya.

Mengenai arah BI Rate Burhanuddin belum bersedia mengungkapkan apakah tidak akan mengubahnya. "Ya kita akan jaga-jaga lah," ujarnya.
(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads