Hal tersebut disampaikan Menkeu Sri Mulyani usai rapat di Kantor BPKP, Jalan Pramuka, Jakarta, Senin (7/1/2008).
"Kalau ada perbaikan rating karena dari sisi kualitas keuangan negara kita meningkat, rasio utang pemerintah terhadap GDP menurun, durasi maupun risk profile-nya makin membaik. Oleh karena itu kita mendapat perbaikan rating," ujarnya.
Menkeu menjelaskan, pemerintah akan menyesuaikan pinjaman atau utang yang diambil sesuai dengan defisit APBN yang sebesar 1,7 persen PDB atau Rp 73,4 triliun.
"Kita akan mengelola seluruh borrowing kita berapa pinjaman kita sesuai defisit APBN yang sekarang Rp 73,4 triliun dengan strategi selama 12 bulan penuh," ujarnya tanpa memberi penjelasan lebih lanjut.
Berapa rinciannya? "Kalau setiap bulan dari sisi rencana utang pemerintah itu rahasia dapur," pungkas Menkeu.
Fitch Ratings memberikan peringkat 'BB-' ( BB Minus) untuk obligasi internasional atau Global Bond berdenominasi dolar AS yang akan segera diterbitkan pemerintah Indonesia.
Namun peringkat itu masih bersifat sementara. Rating atau peringkat akhirnya nantinya akan tergantung pada dokumen akhir yang akan mengkonfirmasi informasi awal yang sudah diterima.
S&P juga memberikan peringkat 'BB-' untuk obligasi global yang akan diterbitkan Indonesia. Sementara Moody's memberikan peringkat 'Ba3' untuk obligasi global tersebut, dengan outlook 'stabil'.
(ddn/qom)











































