Hal ini disampaikan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Muliaman D. Hadad usai jumpa pers di Gedung BI, Jalan Thamrin, Jakarta, Selasa (8/1/2008).
"Itu (22-25 persen) merupakan hitungan kita berdasarkan fundamental ekonomi, tapi sebetulnya secara potensial bank memiliki power untuk tumbuh lebih besar dari itu," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Target ini bisa berubah, kita melihat terlebih dahulu rencana bisnis dari perbankan dan dari situ bisa dilihat berapa kira-kira yang bisa dicapai," ujarnya.
Jadi dikatakan Muliaman pertumbuhan kredit 25 persen harus dipertahankan pada 2008 dengan lebih memperbaiki kualitasnya.
"Dalam artian kredit investasi harus banyak tumbuhnya demikian juga kredit modal kerja. Kapasitas industri diangkat melalui mendorong pemberian kredit di sektor industri," tuturnya.
Perbaikan kualitas kredit menjadi penting karena pertumbuhan kredit di 2007 masih didominasi sektor konsumsi.
"Itu menjadi persoalan dan tidak bisa selesai dalam waktu dekat, ke depan isunya adalah mendorong kredit investasi dan KMK menjadi pantauan," ujarnya.
Selain itu Muliaman mengatakan bahwa BI juga akan memantau dan mendorong bank-bank yang LDR-nya masih di bawah 50 persen untuk meningkatkan penyaluran kreditnya. (dnl/ir)











































