Hal ini disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah usai jumpa pers di Gedung BI, Jalan Thamrin, Jakarta, Selasa (8/1/2008).
Pertimbangannya BI membuka KBI di 2 provinsi ini adalah dilihat dari jumlah bank yang ada di daerah tersebut, keinginan masyarakat untuk mendirikan BPR di situ, serta potensi yang ada dan dapat dikembangkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan bahwa selain di 2 provinsi tersebut, di tahun 2008 ini BI juga akan mengaktifkan kembali 2 KBI yang selama ini dihentikan kegiatannya selama 5 tahun terakhir.
"Kedua KBI itu ada di Tegal dan Pematang Siantar, dihidupkan untuk menjaga
kelancaran sistem pembayaran," jelasnya.
Untuk cabang di Tegal dan Pematang Siantar, Burhanuddin mengatakan dalam beberapa bulan ke depan sudah bisa operasional. "Sedangkan Banten dan Gorontalo kita sudah melakukan pembicaraan awal dengan Pemda dan disambut baik," jelasnya. (dnl/ir)











































