Gubernur The Fed, Ben Bernanke menyatakan, penurunan suku bunga diperlukan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi AS akibat ambruknya sektor perumahan dan gejolak di pasar finansial.
Bernanke juga menyatakan, outlook untuk pertumbuhan ekonomi AS di tahun 2008 telah 'memburuk' karena memburuknya kondisi pasar perumahan, melonjaknya harga minyak dan melemahnya pasar saham AS.
"Sejalan dengan berbagai perubahan dalam outlook dan risiko pada pertumbuhan ekonomi, tambahan kebijakan moneter yang lebih longgar kemungkinan diperlukan," kata Bernanke dalam pidatonya di Washington seperti dikutip dari AFP, Jumat (11/1/2008).
The Fed dalam pertemuan terakhirnya di tahun 2007 memutuskan menurunkan suku bunga 25 basis poin menjadi 4,25%. Namun keputusan itu dinilai mengecewakan karena pelaku pasar berharap penurunan suku bunga hingga 50 basis poin.
"Kami siap untuk mengembil langkah tambahan yang substansial jika dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dan menyediakan jaminan yang cukup untuk menghadapi risiko pelemahan," ujar Bernanke.
Pernyataan Bernanke itu langsung diartikan bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga dalam pertemuan bulanan yang akan dilaksanakan 29-30 Januari 2008.
"Komenter Bernanke mengindikasikan bahwa the Fed tidak melakukan apapun dari apa yang sebenarnya diharapkan pasar dengan penurunan suku bunga 50 basis poin," ujar Marc Chandler, analis dari Brown Brothers Harriman.
Wall Street langsung memberikan respons yang positif atas pernyataan Bernanke tersebut. Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) pada perdagangan kemarin ditutup naik 116,08 poin (0,91%) ke level 12.851,39.
(qom/qom)











































