Bila Soeharto Wafat, Dampak terhadap Rupiah Kecil

Bila Soeharto Wafat, Dampak terhadap Rupiah Kecil

- detikFinance
Minggu, 13 Jan 2008 19:55 WIB
Jakarta - Rupiah diprediksi bakal mengalami sentimen positif jika mantan Presiden Soeharto wafat. Sentimen positif ini akan terjadi karena dengan meninggalnya mantan Presiden itu, satu masalah krusial berkurang. Tidak ada dampak yang besar.

"Saya melihat dampaknya kecil ke pasar uang karena Soeharto sudah bukan menjadi fokus pasar. Kecuali ini menjadi ajang spekulator. Kemungkinan arahnya sentimen positif. Hal ini bisa juga mempengaruhi pasar saham," ungkap pengamat pasar uang Farial Anwar dalam perbincangannya dengan detikFinance, Jakarta, Minggu (13/1/2007).

Rupiah sejak akhir tahun 2007 terus mengalami tekanan karena tipisnya perdagangan valuta asing dan tingginya permintaan Dolar AS. Bahkan rupiah sempat melemah hingga level 9.400-an per dolar AS pada pekan ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Farial, faktor yang menggerakan pasar uang ialah faktor fundamental seperti analisis indikator ekonomi, inflasi dan suku bunga, juga ada faktor teknikal analisis. Namun yang sering memepengaruhi justru sentimen pasar yang berbentuk rumor di pasar.

"Sentimen menjadi positif karena pasar melihat satu masalah bangsa ini selesai, masyarakat sudah lelah mendengar proses hukum yang dihadapinya tak selesai-selesai. Apabila beliau wafat selesailah perdebatan selama ini, cukup jadi sejarah," jelasnya.

Farial menambahkan bila Soeharto wafat, bangsa ini nantinya tidak hanya melihat masalah di belakang, masih banyak tantangan masalah di depan yang harus diselesaikan.

Terkait akan diganggu gugatnya perusahaan milik keluarga Cendana oleh pemerintah untuk membayar utang-utang Soeharto, menurut Farial, hal itu tidak akan mempengaruhi pasar karena proses hukumnya masih panjang, tidak bisa langsung seketika selesai. "Itu masih panjang ceritanya, perlu melalui jalur hukum," kata dia. (arn/asy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads