"Saya melihat dampaknya kecil ke pasar uang karena Soeharto sudah bukan menjadi fokus pasar. Kecuali ini menjadi ajang spekulator. Kemungkinan arahnya sentimen positif. Hal ini bisa juga mempengaruhi pasar saham," ungkap pengamat pasar uang Farial Anwar dalam perbincangannya dengan detikFinance, Jakarta, Minggu (13/1/2007).
Rupiah sejak akhir tahun 2007 terus mengalami tekanan karena tipisnya perdagangan valuta asing dan tingginya permintaan Dolar AS. Bahkan rupiah sempat melemah hingga level 9.400-an per dolar AS pada pekan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sentimen menjadi positif karena pasar melihat satu masalah bangsa ini selesai, masyarakat sudah lelah mendengar proses hukum yang dihadapinya tak selesai-selesai. Apabila beliau wafat selesailah perdebatan selama ini, cukup jadi sejarah," jelasnya.
Farial menambahkan bila Soeharto wafat, bangsa ini nantinya tidak hanya melihat masalah di belakang, masih banyak tantangan masalah di depan yang harus diselesaikan.
Terkait akan diganggu gugatnya perusahaan milik keluarga Cendana oleh pemerintah untuk membayar utang-utang Soeharto, menurut Farial, hal itu tidak akan mempengaruhi pasar karena proses hukumnya masih panjang, tidak bisa langsung seketika selesai. "Itu masih panjang ceritanya, perlu melalui jalur hukum," kata dia. (arn/asy)











































