Direktur Bank Mandiri Omar S Anwar mengaku dibanding pembiayaan corporate banking dan commercial banking, porsi konsumer banking Bank Mandiri masih sangat kecil.
"Kalau mau besarin konsumer ya dengan akuisisi multifinance, karena Rp 30 triliun kredit ada di luar sistem perbankan. Yang kedua, kalau memang ada bank-bank yang berbasis konsumer kenapa tidak," kata Omar di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (14/1/2008).
Omar menjelaskan Bank Mandiri kini memiliki pembiayaan corporate banking Rp 42-43 triliun, commercial banking Rp 38-39 triliun. Sedangkan konsumer per akhir akhir 2007 hanya sebesar Rp 14 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau hanya mengandalkan organik kita tumbuh 15-20% selama dua tahun terakhir, sebelumnya sempat tripel digit ke 100% tapi setelah itu kompetitor masuk. Jadi akuisisi itu ya," katanya.
Cabang Baru
Omar juga menjelaskan pada 2008 ini perseroan akan mendirikan beberapa kantor cabang baru.
"Maret nanti kan ada relaksasi dari BI untuk permudah mendirikan kantor cabang, kami melihat itu tak masalah kalau kami mau buka ya kita buat," katanya.
Pembukaan kantor cabang ini dengan melihat kebutuhan nasabah. Menurut Omar kalau memang aliran bisnis ada didaerah itu dan ada kriteria yang harus dipenuhi maka di daerah itu akan dibuka kantor cabang baru..
"Kalau memang di pelosok di daerah lagi booming, taruhlah di Riau, Kalimantan ada ladang minyak baru atau Cepu yang perputaran uangnya mulai meningkat jadi kita perbesar cabang disana. Itu contoh bagaimana bank harus mengikuti bisnis," katanya. (ir/qom)











































