Depkeu dalam rilisnya, Selasa (15/1/2007) menjelaskan, obligasi Negara yang akan dilelang adalah seri FR0050 yang mempunyai tingkat bunga tetap dan jatuh tempo pada tanggal 15 Juli 2038, serta seri FR0046 yang mempunyai tingkat bunga tetap 9,5% dan jatuh tempo pada tanggal 15 Juli 2023. Nominal per unit Obligasi Negara seri FR0050 dan FR0046 sebesar Rp 1 juta.
Pembayaran kupon Obligasi Negara seri FR0050 dilakukan pada tanggal 15 Januari dan 15 Juli setiap tahun. Sedangkan pembayaran kupon Obligasi Negara seri FR0046 dilakukan pada tanggal 15 Januari dan 15 Juli setiap tahun.
Penjualan Obligasi Negara tersebut akan dilaksanakan dengan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Lelang bersifat terbuka, menggunakan metode harga beragam dan dilakukan melalui Peserta Lelang.
Peserta Lelang dapat mengajukan penawaran pembelian kompetitif dan non kompetitif. Alokasi non kompetitif untuk seri FR0050 dan FR0046 adalah sebesar 10%. Pemerintah memiliki hak untuk menjual Obligasi Negara seri FR0050 dan FR0046 lebih besar atau lebih kecil dari jumlah indikatif yang ditentukan.
Peserta Lelang Obligasi Negara seri FR0050 dan FR0046 adalah Dealer Utama yang terdiri dari bank dan perusahaan efek yakni:
BANK:
1. Citibank N.A.
2. Deutsche Bank AG
3. HSBC
4. PT. Bank Central Asia, Tbk
5. PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk
6. PT. Bank Internasional Indonesia
7. PT. Bank Lippo, Tbk
8. PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk
9. PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk
10. PT. Bank Panin, Tbk
11. PT. Bank Rakyat Indonesia, Tbk
12. PT. Bank Permata, Tbk
13. Standard Chartered Bank
14. JPMorgan Chase Bank, NA
Perusahaan Efek:
1. PT. Bahana Securities
2. PT. Danareksa Sekuritas
3. PT. Mandiri Sekuritas
4. PT. Trimegah Securities, Tbk (qom/ir)











































