Kerugian ini menggerus laba sebelum pajak tahun 2007 menjadi Rp 5,4 miliar turun dibandingkan tahun 2006 yang sebesar Rp 6,142 miliar.
"Setelah dilakukan penelusuran terhadap kasus internal fraud total kerugian yang dialami bank menjadi Rp 7,8 miliar," kata Presdir Bank Kesawan Dinno Indiano dalam laporannya ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (16/1/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembobolan tersebut terjadi di kantor Bank Kesawan cabang pembantu Muara Karang Jakarta. Pelakunya adalah Lim Ik Thin alias Tjoeng ik Thin yang menjabat teller, Sularto yang menjabat Manajer Operasional, Estee dengan jabatan Customer Service.
Kasus ini terdeteksi pada 11 ktober 2007. Modus yang digunakan adalah kerjasama tiga karyawan itu dengan melakukan penyimpangan atas ketentuan yang telah ditetapkan dalam standard operational procedure (SOP).
Dalam aksinya teller melakukan penarikan dana dengan cara memalsukan tanda tangan nasabah yang di-approval oleh manajer operasional sebagai pejabat yang berwenang melakukan approval transaksi.
Selanjutnya teller juga melakukan rekayasa pada buku tabungan nasabah dengan menempelkan transaksi pada buku tabungan yang terlebih dahulu menghilangkan transaksi fiktif yang dilakukan pelaku.
Untuk memastikan bahwa cetakan transaksi pada buku tabungan terlihat rapi maka bantuan customer service dibutuhkan untuk melakukan perubahan baris tersebut, karena perubahan wewenang baris pada buku tabungan ada pada menu customer service.
(ir/qom)











































