Pengamat ekonomi Rizal Ramli mengatakan, pertumbuhan semu sektor perbankan juga menjadi indikator penyebab bubble disektor finansial.
"Setahun terakhir industri perbankan Indonesia mencatat keuntungan yang meningkat. Net Interest Margin (NIM) perbankan di 2007 mencapai 5,7 persen dan merupakan yang tertinggi di dunia. Akibat kenaikan dari keuntungan selisih bunga itu saham-saham perbankan sangat diminati investor," tuturnya dalam seminar Economic Outlook 2008 di Hotel Gran Melia, Jakarta, Rabu (16/1/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada 2006 kredit perbankan hanya tumbuh 14 persen, sementara 2007 meningkat menjadi 25 persen tetapi sebagian besar peningkatan tersebut untuk kredit konsumtif, sementara kredit investasi baru dalam tahap alokasi dan persetujuan kredit," ujarnya.
Tahun 2008, menurut Rizal kredit perbankan diperkirakan tumbuh mencapai 20 persen. "Tapi masalahnya suku bunga tetap tinggi dan risiko kredit konsumer semakin besar," katanya. (dnl/ir)











































