Demikian diungkapkan Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto disela-sela penandatanganan kredit pembangunan jalan tol ke-18, Intercontinental, Jakarta, Rabu (16/1/2008).
"Ini sudah ke 18, dulu waktu awal-awalnya saya berbunga-bunga, ternyata yang 1 sampai 17 sampai sekarang belum menggemberikan," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk ruas W1 (Pondok Pinang-Kebon Jeruk) baru sejalan sebagian. Djoko menilai tidak lancarnya pembangunan karena pengembang jalan tol menyia-nyiakan pembebasan lahan yang sudah selesai.
"Saya menyayangkan. Tanah sudah bebas, tapi kerja gak jalan, pemerintah seperti di sandera. Kalau gak bisa lebih baik mundur," keluhnya.
Sedangkan untuk proyek yang baru ditandatangani, yakni ruas jalan tol Bekasi Timur-cawang-Kampung Melayu (Becakayu) ditargetkan bisa langsung konstruksi sekitar 2-3 bulan lagi.
"Sebenarnya tidak ditentukan, tapi untuk yang ini, dalam 2-3 bulan sudah dikerjakan, karena tempatnya sudah ada," katanya.
Mengenai harga lahan pembebasan, Djok menjelaskan sudah ada tim yang menetapkan kisaran harganya. Harga lahan yang dibayarkan pemerintah pun tidak boleh lebih kisaran yang ditetapkan.
"Pemerintah nggak boleh bayar di bawah itu. Kalau sampai batasnya tidak mau, berarti yang tidak rasional yang jual tanah ada yang nakal disitu. Makanya, jangan main ditanah lah, kan masih banyak kegiatan lain yang bisa dilakukan," tegasnya.
(lih/arn)











































