Selama ini perbankan syariah yang ada fokusnya selalu untuk pembiayaan usaha kecil dan menengah.
Hal tersebut disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia Siti Ch Fadjrijah saat membuka Indonesia Islamic Conference di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Kamis (18/1/2008).
"Saya kemarin ketemu BNI dan ICD yang mau bikin bank baru, dia sudah komitmen untuk membiayai korporasi dan bukan small medium enterprise (SME)," ujarnya.
Dengan demikian, lanjut Siti, perbankan syaria akan lebih beragam lagi dalam pembiayaannya, ada yang fokus di UKM, ada yang fokus di sektor korporasi dan campuran antara kedua sektor itu.
Selama ini, dari pembiayaan yang disalurkan perbankan syariah diIndonesia 70 persennya disalurkan ke sektor UKM.
"Insya Allah sektor korporasi akan maju," ujarnya.
Mengenai investasi syariah, Malaysia kini mendominasi sekitar 60 persen pangsa pasar instrumen surat berharga syariah atau sukuk. Di Indonesia, instrumen sukuk belum berkembang karena UU surat berharga syariah negara masih dibahas di DPR.
Padahal negara-negara di timur tengah yang investasinya berdasarkan prinsip syariah, mengalami kelebihan likuiditas karena tingginya harga minyak.
(ddn/qom)










































