Merrill Lynch telah mengumumkan angka kerugian sebesar US$ 9,8 miliar pada kuartal IV-2007. Kerugian itu berarti meledak hingga 3 kali lipat dibandingkan dengan kerugian yang dicetak Merrill Lynch pada kuartal III-2007 sebesar US$ 2,2 miliar.
Seperti dikutip dari AFP, Jumat (18/1/2008), kerugian yang dicetak tersebut berarti merupakan salah satu kinerja terburuk karena pada kuartal III-2006 Merrill Lynch mencetak laba bersih US$ 2,3 miliar.
Chief Executive Merrill Lynch, John Thain menyatakan kerugian itu sama sekali 'tidak dapat diterima'. Thain menyatakan kepada para pemegang saham akan terus berjuang membangun kembali Merill Lynch agar bangkit dari keterpurukan.
"Meski performa pendapatan tahun ini sangat-sangat tidak bisa diterima, namun dalam beberapa minggu terakhir likuiditas dan neraca keuangan perseroan secara substansial sudah menguat," ujar Thain yang baru menjabat sebagai CEO pada November 2007 itu.
Kerugian akibat eksposure di sektor mortgage telah memaksa Merrill Lynch untuk melakukan hapus buku hingga US$ 14,1 miliar selama kuartal IV-2007. Bank-bank investasi lain yang telah melakukan hapus buku hingga miliaran dolar antara lain Citigroup dan Morgan Stanley.
Sementara bank investasi AS lainnya, Lehman Brothers juga mengumumkan rencananya untuk mem-PHK 1.300 karyawan menyusul dampak dari krisis subprime mortgage. Dengan tambahan PHK itu, maka sejak Agustus 2007, Lehman total telah mem-PHK 3.000 karyawan. Karyawan yang terkena dampak adalah di California, Florida dan New Jersey.
"Sangat penting bagi kami untuk melakukan restrukturisasi bisnis mortgage kami di AS untuk merefleksikan perubahan dalam dinamisme industri. Kami sangat menyesal atas dampak langkah tersebut kepada masyarakat," ujar Ted Janulis, head of Mortgage Capital Lehman.
(qom/ir)











































