Kerviel yang pernah mengenyam pendidikan di University of Lyon II, Prancis berhasil lulus pada tahun 2000 hanya dengan nilai rata-rata. Ia digambarkan sebagai sosok yang pemalu. Tak ada yang istimewa dari diri Kerviel.
"Jerome Kerviel adalah seperti kebanyakan mahasiswa lainnya. Ia bekerja keras, bukan pembuat onar baik di kelas maupun ditempat kerjanya. Dia bukanlah mahasiswa yang mengesankan, baik itu dari sisi kebaikan maupun keburukan," ujar Dominique Chabert, tutor ditempat kuliah Kerviel seperti dikutip dari AFP, Sabtu (26/1/2008).
Kerviel bergabung di Societe Generale sejak tahun 2000 dan berada di bagian perdagangan sejak tahun 2005. Kerviel hanyalah seorang pekerja biasa, sampai akhirnya bank terbesar di Prancis itu menemukan adanya pembobolan nan menggegerkan dunia itu. Foto Kerviel pun menghiasi hampir seluruh media di dunia karena aksinya itu.
Keberadaan Kerviel kini masih misterius. Polisi dikabarkan menggerebek sebuah apartemen untuk mencari Kerviel. Menurut seorang saksi mata, polisi tiba sekitar pukul 5.15 di sebuah apartemen di Neuilly-sur-Seine, Paris.
Pemerintah Prancis sebelumnya telah meminta adanya laporan tentang pembobolan Kerviel tersebut. Namun Presiden Nicolas Sarkozy berpendapat aksi pembobolan terbesar itu tidak akan mempengaruhi keutuhan dan kepercayaan atas sistem finansial Prancis.
Hal senada disampaikan Gubernur Bank Sentral Prancis, Christian noyer yang berpendapat SocGen sudah semakin kuat setelah neracanya dibersihkan dari aksi Kerviel.
Kerviel diketahui menggunakan dana SocGen untuk bertransaksi di pasar berjangka. Ia berhasil menyembunyikan kerugian dari transaksi yang dilakukannya. Aksi ini baru diketahui saat terjadi gejolak di pasar saham. SocGen bahkan harus menjual kontrak-kontrak yang dibuat Kerviel saat harga saham berjatuhan.
Kabarnya, Kerviel sempat berspekulasi dengan uang SocGen hingga lebih dari 50 miliar euro. Namun, setelah dilakukan aksi jual kembali semua transaksi saham tadi diketahui kerugian yang dialami SocGen sekitar 4,9 miliar euro.
Akibat aksi Kerviel itu plus dampak dari krisis subprime, SocGen hanya mampu membukukan laba 600-800 juta euro, sangat kontras dibandingkan laba bersih di tahun 2006 sebesar 5,2 miliar euro.
(qom/qom)











































