Rinciannya, pada Februari 2008 akan mulai dicairkan Rp 100 miliar, dilanjutkan pada April dan Juni 2008 dengan jumlah masing-masing Rp 75 miliar.
Jangka waktu pinjaman selama 2 tahun dengan suku bunga 11,50 persen per tahun. Namun dimungkinkan peninjauan suku bunga setiap 3 bulan sekali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sumber dana pelunasan berasal dari APBD 2008 sebanyak Rp 60 miliar dan APBD 2009 sebesar Rp 190 miliar Provinsi Bengkulu.
"Pinjaman ini akan diarahkan untuk pembangunan proyek-proyek infrastruktur," kata Gurbenur Bengkulu Agustrin M Najamudin di acara penandatanganan di Hotel Bumi Karsa, Jakarta, Selasa (29/1/2008).
Infrastruktur yang akan dibangun antara lain gedung kantor pemerintah dan rumah sakit.
Bank-bank yang bersindikasi adalah:
- Bank DKI Rp 50 miliar
- BPD Bali Rp 50 miliar
- Bank Nagari Rp 25 miliar
- Bank Jatim Rp 35 miliar
- Bank Jateng Rp 30 miliar
- Bank Bengkulu Rp 10 miliar
- Bank Sumut Rp 10 miliar
- Bank Sumsel Rp 10 miliar
- Bank Jambi Rp 10 miliar
- BPD Yogyakarta Rp 20 miliar.











































