"Dalam situasi pasar yang masih belum stabil dan penuh ketidakpastian, pelaku pasar lebih sensitif yang membuat pelaku pasar juga lebih sensitif. Sehingga pemerintah perlu ekstra hati dalam memberikan siynal tentang yield obligasi negara ke pasar," kata Dirjen Pengelolaan Surat Utang Negara depkeu, Rahmat Waluyanto dalam pesan singkatnya, Selasa (29/1/2008).
Dari lelang yang dilakukan pemerintah, jumlah nominal yang dimenangkan untuk seri ZC0004 sebesar Rp 2,75 triliun. Tanggal jatuh tempo 20 Februari 2010, serta tanggal setelmen 31 Januari 2008. Untuk yield rata-rata tertimbang 8,24938 persen dengan bid to cover ratio seri ini adalah 2,21.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rahmat menjelaskan, pemerintah punya bencmark yield atau owner's estimate sebagai patokan harga pasar obligasi negara yang wajar.
"Yang kita ambil yang sama dengan atau di bawah benchmark. Kita tidak ambil lebih banyak karena yield rata-rata bisa lebih tinggi atau mahal. Di lain pihak jika yield di pasar perdana jadi lebih tinggi maka yield obligasi negara di pasar sekunder juga tinggi. Akibatnya harga obligasi negara akan mengalami koreksi dan menjadi lebih rendah," tutur Rahmat.
(ir/qom)










































