IBI Ingin JIBOR Dihidupkan Lagi

IBI Ingin JIBOR Dihidupkan Lagi

- detikFinance
Selasa, 29 Jan 2008 17:17 WIB
Jakarta - Ikatan Bankir Indonesia (IBI) merekomendasikan untuk menghidupkan kembali JIBOR (Jakarta Inter Bank Over Rate) sebagai patokan untuk menetapkan tingkat bunga pinjaman untuk bank.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Ikatan Bankir Indonesia (IBI) Agus Martowardojo
di sela-sela seminar "Peluang dan Tantangan Perekonomian Indonesia Menghadapi Turbulensi Ekonomi Dunia dan Dalam Negeri" di Financial Hall Graha Niaga, Jakarta, Selasa (29/1/2008).

"Mekanisme JIBOR dimana itu kumpulan daripada quotation seluruh bank ada sekitar 15 bank yang memasukan quotation-nya misalnya di Reuters dan itu harian dimasukkan, jadi ada quotation untuk JIBOR 1 atau 3 bulan dan kami menawarkan bunga kepada nasabah atas dasar JIBOR tersebut," tuturnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya cara menetapkan besaran bunga yang didasarkan oleh suku bunga SBI (Sertifikat Bank Indonesia) bukanlah mekanisme yang direkomendasikan oleh IBI.
Β 
"Maksudnya SBI rate itukan sebetulnya adalah yang setiap hari Rabu BI melakukan lelang dan itu betul-betul suatu kondisi yang istilahnya bukan merupakan cerminan daripada posisi perbankan Indonesia mempersiapkan interest rate-nya. Jadi itu ada banyak kebutuhan dan tidaklah tepat memakai SBI sebagai dasar," ujarnya.

Jadi menurutnya keuntungan perbankan menggunakan JIBOR untuk menentukan suku bunga pinjamannya adalah karena JIBOR itu lebih mencerminkan kondisi komersial perbankan yang tercermin di seluruh bank.

"Jadi lebih mencerminkan tingkat bunga yang berlaku di pasar," imbuhnya.

Dia mengatakan bahwa di AS pun seperti itu, dimana The Fed sama dengan SBI tapi kalau untuk pinjaman mereka punya mekanisme tersendiri di luar suku bunga The Fed.

"Kalau landing, di AS memakai yang namanya, New York Prime Rate, US Prime Rate. Di Singapura pakai SIBOR, di London pakai LIBOR, dan di Indonesia harus pakai JIBOR. Jadi jangan dicampur Fed Fund Rate itu dipakai sebagai dasar patokan pinjaman kepada nasabah," katanya.

Agus mengatakan bahwa perbankan sendiri siap menerapkan mekanisme JIBOR ini. (dnl/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads