"Entar dibilang KKN....," kata Aulia saat ditanya mengenai pencalonannya ketika ditemui usai peluncuran bukunya di Jakarta Convention Center, Kamis (31/1/2008).
"Saya kalau berminat sih nggak, tapi kalau lillahi ta'ala orang amanah, tapi siapa yang mau mengusulkan," katanya sambil tertawa.
Aulia juga mengaku tak mau berandai-andai. Setelah pensiun dari BI, Aulia mengaku senang dengan kegiatannya sekarang yakni menulis buku dan mengaji ke pesantren.
"Datang saja saya punya majlis taklim. Saya sudah tasawuf," ujarnya berpromosi sambil tertawa.
Sementara Mensesneg Hatta Rajasa mengaku pemerintah belum memasukkan nama-nama calon Gubernur BI ke DPR, meski tenggat waktunya tinggal beberapa hari lagi yakni 17 Februari 2008.
"Sesuai dengan UU BI saja. Sudah tentu presiden memiliki aparat dan instrumen untuk melihat orang yang kapabel untuk itu," kata Hatta.
Ia mengatakan, di kabinet sendiri belum ada yang ditugaskan untuk memilih-milih siapa calon yang akan diusulkan presiden. Tetapi menurutnya, memang ada kriteria-kriteria tertentu.
"Nanti presiden banyak yang akan memberikan masukan," kata Hatta yang enggan menyebutkan bagaimana kinerja BI selama dipimpin Burhanuddin selama ini.
(qom/ir)











































