"Harapan kami dengan spread yang cukup tinggi menambah confidence pasar khususnya internasional, dalam melihat prospek ekonomi Indonesia. Dia bisa masuk ke Indonesia. Ada yang mengatakan ini hot money, masih dalam portofolio investasi, it's oke as long dia terus bisa stay longer dan masuk ke pasar saham atau SUN itu bisa digunakan untuk kegiatan ekonomi," ujar Deputi Gubernur BI Hartadi A Sarwono usai rapat dengan Komisi XI DPR, Jakarta, Senin (4/2/2008).
Dana dari investor asing itu, menurut Hartadi, memang kelihatannya hanya ditanam di saham saja dan tidak mengalir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya memang harapan kita kalau prospeknya itu makin baik, yang short term ditambah Foreign Direct Investment artinya kita bisa memanfaatkan kelebihan atau spread tadi untuk membiayai kegiatan ekonomi Indonesia," tuturnya.
Ketika ditanya apakah BI akan mempertahankan selisih bunga lebar dengan the Fed, Hartadi mengaku belum tentu.
"Itu kita evaluasi dari waktu ke waktu kalau the Fed kita enggak tahu mereka yang menentukan. Policy kita untuk BI Rate akan disesuaikan dengan proyeksi inflasi. Kita tidak tahu apakah akan tetap turun atau naik," jelasnya. (ir/qom)











































