Hal ini dikatakan oleh Direktur BRI Asmawi Syam dalam jumpa pres usai penandatanganan MoU di kantor kementrian BUMN di gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (5/2/2008).
Pemberian kredit ini dalam rangka revitalisasi pabrik gula di tiga PTPN tersebut. Jangka waktu kredit yang diberikan kepada tiga PTPN ini adalah 7-10 tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kredit ke PTPN XI sebesar Rp 637 milar untuk revitalisasi dua pabrik gula. Serta kredit PTPN XIV melalui RNI sebesar Rp 128 miliar untuk revitalisasi dua pabrik gula.
Asmawi mengatakan pemberian kredit kepada tiga PTPN tersebut terkait erat dengan penunjukkan BRI sebagai bank koordinator dalam rangka mendukung program revitalisasi gula nasional yang sedang bergulir.
"Paket pemberian kredit ini merupakan kelanjutan program yang telah diberikan BRI sebelumnya Rp 306 miliar untuk revitalisasi gula," kata Asmawi.
Selain MoU pemberian kredit kepada tiga PTPN, ditempat yang sama BRI juga menandatangani kerjasama dengan PT Industri Kereta Api (INKA) untuk mendukung kebutuhan dana.
Kredit juga diberikan kepada PT Kereta Api Indonesai menyangkut kerja sama penyediaan fasilitas cash management serta penyaluran kredit kepada golongan berpenghasilan tetap dan kredit pemilikan rumah atau KPR yang diperuntukkan bagi staf karyawan PT KAI.
"Kami menandatangani MoU antara BRI dan UI menyangkut bidang kerjasama pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat serta pemanfaatan dan penggunaan produk dan jasa perbankan," katanya.
Untuk INKA dan PT KAI besaran kredit belum disepakati. "Masih digodok, belum ada komitmen, yang penting kami siap untuk mendanai setiap proyek yang akan dikerjakan oleh KAI dan INKA," katanya.
Giatnya BRI melakukan kerja sama dengan perusahaan BUMN dan BHMN disambut baik oleh Menneg BUMN Sofyan Djalil.
"BRI melakukan kudeta, semua MoU dikerjakan oleh BRI, tapi ini suatu hal yang sangat kita apresiasikan karena BRI bisa melakukan kerja sama dengan baik kepada BUMN-BUMN," katannya.
(ir/qom)











































