Pengangkatan Gatot tersebut disetujui dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) BNI yang berlangsung di Hotel Shangri-la, Jakarta, Rabu (6/2/2008). RUPSLB berisi dua agenda yakni remunerasi dan perubahan direksi dan komisaris.
Gatot sebelumnya menjabat wakil dirut. Nama Gatot paling banyak digadang-gadang karena secara struktural posisinya paling dekat untuk mencapai dirut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Posisi komisaris utama akhirnya diberikan ke Erry Riyana Hardjapamekas yang sebelumnya adalah ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Susunan direksi BNI adalah: Dirut Gatot Mudiantoro Suwondo, wakil dirut Felia salim yang sebelumnya menjabat komisaris independen.
RUPSLB memberhentikan Komisaris Utama Zaki Baridwan serta komisaris independen Felia Salim dan Efendi.
Sedangkan komisaris utama yang diangkat Erry Riyana Hardjapamekas. Komisaris independen Achil Ridwan Djayadiningrat. Komisaris Fero Poerbonegoro.
Gatot Mudiantoro Suwondo yang disebut-sebut ipar Presiden SBY, menjabat Wakil Direktur Utama BNI sejak 19 Mei 2005. Gatot memperoleh gelar Sarjana Akuntansi dari Universitas Mindanao State University, Marawi City, Philippines (1979) dan Master of Business Administration dari International University, Manila, Philippines (1982).
Jabatan sebelumnya yaitu sebagai Direktur Bank Danamon (2001-2005), Group Head Credit Restructuring & Settlement di Bank Duta (1999), dan Group Head Corporate & Merchant Banking di Bank Duta (1998)
Remunerasi
Pemegang saham juga menyetujui remunerasi yang diusulkan pemegang saham dwi warna. Pertama, remunerasi sebanyak 7,5 kali gaji untuk komisaris independen yakni Achjar Iljas, Felia Salim, Effendi.
Kedua, cash bonus diberikan bulan Agustus saat periode lock up saham bonus yang diterima komisaris.
Usul remunerasi ini semula dipertanyakan pemegang saham minoritas, namun akhirnya disetujui 99,9% peserta rapat.
(ir/qom)










































