Gatot M Suwondo Dirut Baru BNI

- detikFinance
Rabu, 06 Feb 2008 11:31 WIB
Jakarta - Pemegang saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) akhirnya menunjuk Gatot Mudiantoro Suwondo sebagai direktur utama menggantikan Sigit Pramono.

Pengangkatan Gatot tersebut disetujui dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) BNI yang berlangsung di Hotel Shangri-la, Jakarta, Rabu (6/2/2008). RUPSLB berisi dua agenda yakni remunerasi dan perubahan direksi dan komisaris.

Gatot sebelumnya menjabat wakil dirut. Nama Gatot paling banyak digadang-gadang karena secara struktural posisinya paling dekat untuk mencapai dirut. Penunjukkan Gatot disetujui 98,733% peserta rapat.

Pergantian direksi BNI telah didengungkan kementerian BUMN sejak akhir tahun lalu. Pemegang saham mayoritas alias pemerintah menilai kinerja BNI di bawah kepemimpinan Sigit kurang memuaskan.

Posisi komisaris utama akhirnya diberikan ke Erry Riyana Hardjapamekas yang sebelumnya adalah ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Susunan direksi BNI adalah: Dirut Gatot Mudiantoro Suwondo, wakil dirut Felia salim yang sebelumnya menjabat komisaris independen. Direktur: Achmad Baiquni, Bien Subiantoro, Suwoko Singoasto, Krishna Suparto, Darwin Suzandi, Ahdi Jumhari Luddin, Doddy Virgianto, Yap Tjay Soen.

RUPSLB memberhentikan Komisaris Utama Zaki Baridwan serta komisaris independen Felia Salim dan Efendi.

Sedangkan komisaris utama yang diangkat Erry Riyana Hardjapamekas. Wakil komisaris utama Suwarsono. Komisaris independen Achil Ridwan Djayadiningrat . Komisaris Fero Poerbonegoro, Achjar Ilyas, HMS Latif, Parikesit Suprapto. Gatot Mudiantoro Suwondo yang disebut-sebut adik ipar ibu ani SBY, menjabat Wakil Direktur Utama BNI sejak 19 Mei 2005. Gatot memperoleh gelar Sarjana Akuntansi dari Universitas Mindanao State University, Marawi City, Philippines (1979) dan Master of Business Administration dari International University, Manila, Philippines (1982).

Jabatan sebelumnya yaitu sebagai Direktur Bank Danamon (2001-2005), Group Head Credit Restructuring & Settlement di Bank Duta (1999), dan Group Head Corporate & Merchant Banking di Bank Duta (1998)

Remunerasi

Pemegang saham juga menyetujui remunerasi yang diusulkan pemegang saham dwi warna. Pertama, remunerasi sebanyak 7,5 kali gaji untuk komisaris independen yakni Achjar Iljas, Felia Salim, Effendi.

Kedua, cash bonus diberikan bulan Agustus saat periode lock up saham bonus yang diterima komisaris.

Usul remunerasi ini semula dipertanyakan pemegang saham minoritas, namun akhirnya disetujui 99,9% peserta rapat.
(dro/ir)