Bapepam akan Atur Transaksi OTC Obligasi Negara

Bapepam akan Atur Transaksi OTC Obligasi Negara

- detikFinance
Jumat, 08 Feb 2008 15:55 WIB
Jakarta - Transaksi obligasi negara selama ini dilakukan melalui perdagangan di luar bursa atau over the counter (OTC). Namun Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) berencana akan mengatur perdagangan obligasi negara ke arah organized OTC.

Tujuan diaturnya OTC SUN ini dimaksudkan untuk membuat pasar yang lebih efisien dan transparan sehingga perbedaan harga yang terbentuk tidak terlalu lebar.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Bapepam LK Fuad Rahmany usai shalat Jumat di Lingkungan Departemen Keuangan, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (8/2/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau semi bursa tetap bilateral, dia cuma harga saja yang tampil di sana (penawaran), nanti begitu orang mau mulai bertransaksi bisa dilakukan secara bilateral. Artinya masih bisalah menggunakan terus tinggal telpon, itu namanya organized OTC antara lain seperti pricing," tuturnya.

Dikatakan Fuad memang seharusnya mekanisme pembentukan patokan harga obligasi dilakukan oleh Bond Pricing Agency (BPA).

"Tapi sebelum BPA, kita sudah bikin pusat pelaporan transaksi obligasi (PLTO), paling tidak market sudah punya laporan dari harga-harga yang terjadi hari itu paling telat 1 jam, tapi kita sudah majukan menjadi setengah jam, jadi dalam waktu setengah jam, semua orang yang mau masuk ke bonds market kita tahu setengah jam yang lalu ada transaksi," jelasnya.

Menurutnya dengan adanya patokan (benchmark) dari harga obligasi, para dealer tidak bisa membentuk harga sendiri yang jauh dari patokan yang ada.

"Jadi dengan mekanisme organized OTC, spread satu sama lain jadi lebih dekat dan pasar lebih efisien. Sekarang kalau anda lihat obligasi negara FR berapa, spread harganya bisa jauh-jauh, itu kan susah," katanya. (dnl/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads