Pernyataan itu disampaikan Burhanuddin dalam konferensi khusus yang disampaikan di lobi Menara Syafruddin, Gedung BI, Jakarta, Selasa (12/2/2008). Hadir dalam konferensi pers tersebut seluruh Dewan Gubernur BI.
Burhanuddin hanya membacakan 8 sikap BI, dan tidak diakhiri dengan tanya jawab. Seluruh anggota Dewan Gubernur juga tidak memberikan sepotong pun pernyataan dan langsung berbalik badan setelah pembacaan pernyataan selesai.
"Kami berharap di masa depan tidak ada lagi situasi yang membuat ketidakpastian dalam karya, dan yang berpotensi merusak kredibilitas Bank Sentral dan meruntuhkan kepercayaan dunia internasional pada ekonomi negeri ini. Kami tidak rela bila BI dipermainkan, untuk kepentingan-kepentingan tertentu. Oleh karena itu, kami berharap bahwa proses pemilihan gubernur yang akan datang akan dilakukan secara lebih fair, bersih, obyektif dan bertanggung jawab," jelas Burhanuddin dalam poin ke-4 pernyataan tersebut.
Masa tugas Burhanuddin akan habis pada 17 Mei 2008. Presiden akan menyerahkan nama-nama calon Gubernur BI pada 17 Februari 2008. Burhanuddin kini menjadi tersangka kasus aliran dana ke DPR bersama dengan Oey Hoey Tiong dan Rusli Simanjuntak.
Sejumlah nama kini beredar menjadi calon Gubernur BI seperti Deputi Gubernur BI Hartadi A Sarwono, Muliaman Hadad, Menkeu Sri Mulyani, Ketua BPK Anwar Nasution, mantan Deputi Gubernur BI Aulia Pohan. (qom/ir)











































